Kamis, 23 Oktober 2014 | Redaksi | Tentang Kami | Hubungi Kami | Info iklan
Kata Kabar
Home / Riau / Rokan Hulu
Cetak Biru Riau Dari 'Negeri Seribu Suluk'
Editor : aziz
Katakabar.com | Minggu, 10 Maret 2013 13:09 WIB
Dibaca: 286
dekat.jpg
humas pemkab rohul
Bupati Rohul, Achmad saat berbincang dengan masyarakatnya di kawasan Kepenuhan.
Berita Terkait
(sebelumnya) Dari jaman menjabat camat sampai sekarang, Bupati Rokan Hulu (Rohul), Achmad, rajin sholat ke masjid. Sejumlah program 'akhirat' pun dia bikin di Rohul. "Yang pasti saya tidak akan pernah menyuruh pegawai melakukan apa yang belum pernah saya jalani," katanya. 

Enam tahun sudah Achmad memimpin Rohul. Dan selam itu pula, dia terus menerus berusaha menyandingkan antara kebutuhan duniawi dan akhirat. 

Persandingan antara 'langit dan bumi' ini ternyata berhasil. Buktinya, sebanyak 16 penghargaan nasional sudah dikoleksi lelaki ini. Penghargaan yang sudah pasti bukan jatuh dari langit. Tapi justru hasil dari kerja keras yang dia lakukan selama ini. 

Isolasi antar desa hingga kecamatan sudah dia buka. Jadi, tak ada lagi jalan di Rokan Hulu yang tak  bisa dilewati oleh kendaraan roda empat. Kenyataan yang teramat beda dengan kondisi dulu yang Rokan Hulu pernah masuk dalam daftar daerah tertinggal. 

Lalu program wajib belajar 12 tahun sudah dinikmati oleh generasi penerus Bumi Seribu Suluk itu. 

Achmad kemudian bisa pula membikin warganya tak repot datang ke Kantor Pelayanan Terpadu Perizinan Rohul. Selain menyiapkan layanan telepon dan website, dia juga men-standby-kan tiga unit mobil untuk mengantar jemput warganya yang mengurus perizinan ke pusat kota. 

Gara-gara layanan semacam ini, kantor pelayanan terpadu tadi dinobatkan menjadi kantor pelayanan terbaik di Indonesia.  Urusan bahan pokok, Rokan Hulu juga dapat penghargaan atas meningkatnya produksi beras di sana. 

“Sebenarnya, siapapun yang memimpin sebuah daerah. Yang dia urusi tetap sama. Kebutuhan dasar masyarakat. Kalau kebutuhan dasar itu sudah terpenuhi, maka masyarakat tak akan protes lagi,” katanya.

Lantaran sudah bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat  Rokan Hulu itulah barang kali, tahun depan, Achmad ingin memenej kawasan yang lebih luas; Provinsi Riau. 

Ilmu yang mumpuni, pengalaman memimpin Rohul dua periode serta 35 tahun makan asam garam di dunia birokrasi, sudah lebih dari cukup jadi modal bagi Achmad, bahwa dia mampu menjadi yang terbaik. 

“Di Rohul, segala apa yang saya lakukan, jelas untuk masyarakat saya. Begitu juga apabila saya diberi amanah untuk menjadi Gubernur Riau. Saya tetap pada prinsip itu. Apa yang saya lakukan, Segalanya Untuk Rakyat,” katanya serius. 

Achmad sudah membikin blue print tentang Riau ke depan. Beginilah katanya; Secara umum, Riau terbagi dalam dua kawasan. Darat dan perairan.  Di daratan, kita musti bisa membikin green ekonomi. Ekonomi yang berbasis lingkungan. Lantas di kawasan perairan, kita musti mampu menghadirkan yang namanya blue ekonomi.

Achmad mengaku sudah membikin pemetaan kebutuhan masyarakat Riau apabila kelak dia mendapat amanah.  “Jadi ndak disitu ingat, disitu dikerjakan. Segala sesuatunya musti terencana dengan matang. Lagi-lagi seperti yang saya katakan tadi, kebutuhan masyarakat Riau, sama dengan kebutuhan masyarakat Rohul. Masyarakat butuh pendidikan, ekonomi, kesehatan dan infrastruktur yang layak dan memadai,” katanya. So...? (adv/hms)



Komentar