Sabtu, 23 Agustus 2014 | Redaksi | Tentang Kami | Hubungi Kami | Info iklan
Kata Kabar
Home / Investigasi
Alamakkk!!! Pak Kadis Sanggup Melawan 'Toke'?
Editor : aziz
Katakabar.com | Selasa, 26 Maret 2013 03:39 WIB
Dibaca: 664
KATAKABAR.jpg
Bengkalis (katakabar) Inilah yang sering dibilang oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis, Asmaran Hasan, kalau dia memimpin apel pagi. 

"Maunya kita belum tentu maunya pimpinan (Bupati), tapi maunya pimpinan musti maunya kita". 

Kata-kata tadi sering diulang Asmaran disaat gencarnya kritikan yang dilontarkan oleh masyarakat terkait penempatan pejabat yang dinilai tidak sesuai kompetensi. 

Meski nyaris jadi 'sarapan pagi', omongan Asmaran tadi ternyata tak berlaku bagi Kepala Dinas Pendidikan Bengkalis, Herman Sani. 

Buktinya, dengan 'keistimewaan' yang dimilikinya, Herman Sani bisa membatalkan pejabat yang sudah disetujui Sekda yang juga ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) dan SK-nya sudah diteken oleh 'Big Bos' alias Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh. 

Adalah Azuri yang tadinya sudah dipercaya oleh Herliyan sebagai Kabid Sekolah Menengah. Tapi lantaran Herman 'tak suka', pelantikan pejabat eselon III dan IV di Dinas Pendidikan Bengkalis yang mestinya dilakukan tanggal 18 Maret itu, mendadak batal.

"Pak Herman sempat ngamuk-ngamuk lantaran para pejabat yang akan dilantik tersebut tidak sesuai keinginannya," kata sumber katakabar.com di Dinas yang bersebelahan dengan Mapolres Bengkalis itu, kemarin sore. 

Setelah pejabat yang tak diinginkan itu 'dibuang', dan SK-nya diganti dengan SK Bupati Bengkalis yang baru, pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat eselon III dan IV di Dinas Pendidikan Bengkalis kemudian digelar Jum'at, 23 Maret.

Saat itu Herman Sani melantik dan mengambil sumpah jabatan 20 orang pejabat eselon III dan IV. Adapun 20 pejabat eselon III dan IV yang dilantik itu antara lain, Kabid Pendidikan 

Menengah, Kamarudin, Kabid Pendidikan Anak Usia Dini, Non Formal dan Informal,Zamhur. 

Sementara Azuri yang eselon III di Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Bengkalis itu, cuma bisa gigit jari. 

Celakanya, konon Asmaran Hasan tak tahu Azuri batal dilantik. "Kasihan Azuri.  Padahal untuk acara pelantikan dan pengambilan sumpah itu Azuri sudah menyiapkan jas baru, lho", ujar salah seorang teman dekat Azuri. 

Walau hampir setengah bulan kisah sedih Azuri itu berlalu, sampai sekarang, 'keberanian' Herman 'melawan toke' masih menjadi omongan. Tak hanya di kalangan PNS Pemkab Bengkalis, tapi juga di kalangan masyarakat Kota Terubuk itu. 

Sayang, hingga berita ini dirilis, belum diperoleh keterangan Herman tentang Azuri ini. 


Komentar