Jumat, 24 Oktober 2014 | Redaksi | Tentang Kami | Hubungi Kami | Info iklan
Kata Kabar
Home / Nusantara
Jelang Vonis Terdakwa Bioremediasi Chevron, Ruang Sidang Ricuh
Editor : rian
Katakabar.com | Selasa, 7 Mei 2013 14:03 WIB
Dibaca: 674
Jakarta (katakabar) Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta siang ini menjadwalkan sidang putusan dua terdakwa terkait kasus bioremediasi PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI). Meski sidang belum dimulai, namun ruangan sidang sudah rusuh.

Dua terdakwa yakni Direktur PT Green Planet Indonesia Ricksy Prematuri dan Ridektur PT Sumugita Jaya, Herlan bakal mendengarkan putusan majelis hakim. Sebelumnya, dua terdakwa ini dituntut 12 dan 15 tahun penjara serta membayar denda dan ganti rugi oleh JPU.

Kerusuhan berawal ketika seseorang yang diduga dari pihak Kejaksaan Negeri merekam satu persatu wajah massa yang tergabung dari Koalisi Pendukung Ricksy dan Herlan. Tak terima, massa berusaha merampas Handycam dan berujung pada kerusuhan.

“Tadi koalisi kita direkam pakai handycam. Mereka tak izin, main rekam aja. Kita minta untuk menyerahkan rekaman dia tak mau,” kata seorang anggota koalisi yang enggan menyebutkan namanya seperti dilansir okezone.com.

Perampasan handycam itu lah mula dari kericuhan di ruang sidang. Petugas Kejaksaan Negeri bernama Machordi yang merekam koalisi itu enggan memberikan alat rekamnya dengan dalih milik negara.

Adu mulut tak terhindari. Polisi yang menjaga persidangan langsung mengevakuasi orang Kejaksaan tersebut supaya tak terjadi kontak fisik.

Hingga berita ini dirilis, sidang putusan kasus Chevron ini belum dilaksanakan. Sementara massa pendukung terdakwa terus memadati ruangan sidang.



Komentar