Minggu, 20 April 2014 | Redaksi | Tentang Kami | Hubungi Kami | Info iklan
Kata Kabar
Home / Riau / Bengkalis
Proyek di Bengkalis Dikorupsi, Negara Rugi Rp 1,1 M
Penulis : budi
Editor : puput
Katakabar.com | Jumat, 28 Juni 2013 11:23 WIB
Dibaca: 277

Bengkalis (katakabar) Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis kembali menetapkan dua tersangka kasus korupsi dua paket proyek di Kabupaten Bengkalis tahun 2012 yang merugikan negara 1,1 miliar.

Kedua tersangka baru tersebut adalah Direktur PT Edi Cipto Coindo (ECC), berinisial MH (29). Ia bos perusahaan pemenang tender paket proyek peningkatan Jalan Poros Desa Teluk Rhu-Tanjung Punak di Kecamatan Rupat Utara, dengan nilai proyek Rp 3,6 miliar lebih.

Tersangka kedua Direktur CV Alif Kurnia, EP (43). Ia rekanan kegiatan paket proyek peningkatan Jalan Suka Tani, Dusun Murni, Desa Sepahat, Kecamatan Bukit Batu. Nilai proyeknya sebesar Rp 1 miliar lebih.

"Alat bukti kita sudah cukup untuk menetapkan dua direktur perusahaan itu sebagai tersangka," kata Ketua Tim Penyidik Kejari Bengkalis, Arjuna Meghanada.

Menurut Arjuna, keduanya terlibat dugaan korupsi dua paket proyek yang tidak dikerjakannya.

Penyidik saat ini sudah menahan tersangka MH. Sedangkan EP belum ditahan lantaran sakit. "Sesuai keterangan dokter," kata Arjuna lagi.

Sebelumnya penyidik sudah terlebih dahulu menetapkan pelaksana utama dua proyek tersebut, WY alias J sebagai tersangka. Ia juga sudah ditahan.

Arjuna memaparkan keterlibatan ketiga tersangka yang sudah ditetapkan. Menurutnya, proyek yang seharusnya dikerjakan oleh MH dan EP lantaran sudah memenangi tender, ternyata tidak dikerjakannya.

Usai pencairan uang muka dari APBD 2012, keduanya menyerahkan proyek kepada pelaksana utama MY alias J. Sebagai direktur perusahaan, MH dan EP menerima fee dari uang muka proyek tersebut

"Sebagai pemimpin perusahaan turut MH dan EP harus bertanggungjawab atas kerugian negara yang ditimbulkan karena sama sekali tidak memenuhi kewajiban mengerjakan proyek," kata Arjuna

Akibat perbuatan ketiganya diduga negara dirugikan sebesar Rp 1,1 miliar.

Kini tim penyidik Kejari Bengkalis menjerat tersangka MH dan EP dengan Pasal 2 dan 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana perubahan UU Nomor 20/2011 Jo Pasal 55 ayat (1) Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP dengan ancaman maksimal 20 tahun dan minimal 4 tahun penjara.



Komentar