Bertengkar Dengan Pasangan, Jangan Ucapkan 7 Kalimat Terlarang Ini

Sahdan
Bertengkar Dengan Pasangan, Jangan Ucapkan 7 Kalimat Terlarang Ini

Katakabar - Hubungan suami istri yang di bangun dengan ikatan cinta merupakan penguat kelangsungan perjalanan hidup mereka. Cerita cinta bisa tidak berjalan dengan baik. Namanya hidup ada lika liku yang harus diterjang dan dihadapi.

Itu sebabanya, pasangan yang saling mencinta bakal diuji sejauh mana kekuatan cinta. Sebagai pasangan suami istri, kita ingin bersama pendamping hidup hingga akhir hayat, bukan?

Pada saat kekuatan cinta diuji dengan suatu pertentangan, kita mesti lebih berhati-hati. Jangan sampai, lidah yang tak bertulang ini mengeluarkan perkataan terlarang.

Dilansir dari laman Muslim Ummah dijelaskan, ada tujuh kalimat terlarang yang tidak boleh diucapkan saat bertengkar dengan pasangan. 

Apa sajakah itu?

Sumpah Serapah

Saat bertengkar, banyak sekali pasangan yang tidak mampu mengontrol emosi. Keadaan emosi kata - kata makian dan kutukan sering terucap terhadap pasangan. Hal ini bakal melukai hati pasangan kita. Untuk itu, jangan sampai mengeluarkan sumpah serapah kepada pasangan dengan dalih bertengkar.

Julukan Kasar

Banyak pasangan yang sudah menikah memberikan julukan-julukan lucu kepada pasangannya seperti, si cantik, bawel, cerewet ataupun julukan manja lainnya. Julukan itu akan berubah seketika saat pasangan tersebut sedang dilanda pertengkaran berupa, kata kasar seperti dasar tolol ataupun cewek matre dan lain sebagainya. 

Ada baiknya menghindari julukan kasar ini ketika sedang berdebat dengan pasangan. Bukankah sebelumnya ia merupakan orang yang dicintai.

Menyamakan dengan Orang di Masa Lalu yang juga Pernah Mengisi Hatinya

Tanpa disadari, ketika pertengkaran terjadi ada pasangan yang secara tidak sengaja menyamakan pasangannya dengan prilaku mantan atau orang yang pernah disukai di masa lalunya. Contoh, ketika sedang berdebat, si pasangan mengeluh karena kurang perhatian, padahal orang yang pernah disukai di masa lalunya selalu menunjukkan hal yang bisa menenangkan hatinya. Nah, cobalah untuk tidak melakukan hal ini karena akan membuat pasangan kita menjadi tambah kesal.

Minta Cerai

Pada saat bertengkar biasanya hubungan bakal berujung kepada putusnya tali percintaan. Namun ada baiknya pasangan itu tidak mengambil keputusan berpisah ketika hati penuh amarah. Ingat, saat kata-kata tersebut sudah terucap tidak ada yang dapat mengembalikan kata-kata itu.

Bila memang ingin berpisah, dan memang sudah tidak bisa ditolong lagi kekokohan pernikahan baiknya diucapkan setelah hati tenang dan pikiran yang rasional.

Mencibir Passion Dan Mimpinya

Pertengkaran dengan pasangan, terkadang banyak yang kemudian salah fokus dengan pertengkaran itu sendiri. Mereka cenderung menambah masalah dengan mengungkit-ungkit hal lainnya seperti mencibir mimpi dan passion pasangan. Mengatakan bahwa lukisannya tidak mempunyai nilai seni, mimpinya untuk berbisnis dianggap sebagai hal bodoh dan lain sebagainya. Ada baiknya menghindari ucapan tersebut dan fokuslah kepada permasalahan yang menyebabkan pertengkaran dengan pasangan.

Berharap Tidak Pernah Bertemu Dengannya

Pertengkaran bisa berakhir dramatis, namun usahakanlah untuk tidak bersikap berlebihan. Apalagi sampai mengatakan tidak ingin bertemu dengan dia sampai kapan pun. Memang ketika pertengkaran terjadi adalah momen yang tidak menyenangkan dalam hubungan percintaan. Kalau berharap tidak ingin bertemu dengannya akan membuat hati si pasangan semakin sedih, kesal dan memperburuk hubungan Anda.

Berharap Dia Mati

Ucapan terlarang terakhir yang tidak boleh diucapkan saat bertengkar dengan pasangan adalah berharap dia mati. Tidak peduli betapa besarnya emosi, jangan pernah berharap dia mati karena akan menyakiti hati pasangan dan membuat dia balik membenci kita.

Tujuh perkataan itulah yang harus dijaga oleh pasangan saat sedang bertengkar.

 Anda baiknya mengontrol diri agar tidak terlalu emosi. Tenangkan dulu diri, baru selesaikan masalah Anda dengan pasangan. Dengan hati yang tenang dan pikiran yang jernih, mampu menghasilkan suatu solusi yang baik.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :