Menyoal Seragam Sekolah di Duri

OPSAD, Sayangkan Seragam Sekolah Belum Beres

Sahdan
OPSAD, Sayangkan Seragam Sekolah Belum Beres

Mandau - Terkait seragam siswa baru jenjang pendidikan SMPN dan SMAN sederajat di Duri, Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis belum beres di jahit setelah Empat Bulan sekolah pada Tahun Pembelajaran 2018 - 2019 mendatang belum beres 
menjadi sorotan sejumlah kalangan.

Salah satu organisasi yang menyoroti siswa baru jenjang SMPN dan SMAN di Kecamatan Mandau belum punya seragam sekolah lengkap adalah Organisasi Peduli Sosial Anak Didik (OPSAD) Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis yang diketuai Dodi A.

Menurut Ketua OPSAD Duri Kecamatan Mandau, sangat disayangkan seragam sekolah siswa baru jenjang SMPN dan SMAN di Kecamatan Mandau belum selesai di jahit oleh penjahit.

Siswa baru di Duri, Kecamatan Mandau mestinya sudah punya seragam lengkap sebanyak Lima pasang mengingat dan menimbang Tahun Pembelajaran 2018 - 2019 mendatang sudah berjalan Empat Bulan.

Tapi, nyatanya dari Lima pasang seragam sekolah siswa baru jenjang SMPN dan SMAN baru Tiga pasang baru, Dua pasang lagi masih proses di tukang jahit.

Hal ini, dari adanya keluhan orang tua wali murid yang kesal anak - anaknya belum terima seragam pramuka dan melayu.

"Andai pihak sekolah tidak menunjuk penjahit yang itu itu saja barangkali, persoalan seragam tidak akan terjadi".

Diduga monopoli yang sebabkan timbulnya akar persoalan seragam sekolah di daerah "mutiara hitam" nama lain dari Duri.

Kata mantan Caleg dari Partai Demokrat, seragam siswa baru tidak hanya di Tahun Pembelajaran 2018 jadi permasalahan tapi sudah bertahun lamanya.

Pemkab Bengkalis dan Pemprov lewat Dinas Pendidikan mestinya menjadi bahan evaluasi untuk membenahi sistim pengadaan seragam sekolah siswa baru. 

Tapi sepertinya, ada pembiaran dari oknum oknum pejabat yang bersangkutan akibatnya masalah seragam berlarut larut tanpa solusi.

Ketua OPSAD Duri, Dodi A mencontohkan, pengadaan seragam siswa baru jenjang pendidikan SMPN, orang tua wali murid selalu mengeluh setiap tahun belum teratasi.

Sementara, Kepala Plt Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Edi Sakura mantan kepala sekolah SMPN dan SMAN di Kabupaten Bengkalis mestinya sangat mengerti dan memahami dengan pengadaan seragam siswa baru di jenjang SMPN.

Setelah berjalan Tiga Tahun menjabat Sekretaris rangkap jabatan sebagai Kepala Plt Dinas Pendidikan, proses pengadaan seragam siswa baru jenjang SMPN belum ada perubahan sistimnya.

Harapannya, pengadaan seragam siswa baru pada Tahun Pembelajaram berikutnya, 2019 mendatang bisa diperbaiki dan dibenahi, tandasnya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :