Massa Hulubalang Melayu Mandau Seruduk Dua Perusahaan Vendor PT Chevron

Sahdan
Massa Hulubalang Melayu Mandau Seruduk Dua Perusahaan Vendor PT Chevron

Duri (katakabar) - Massa gabungan yang bernaung dalam Laskar Hulubalang Melayu Riau, Hulubalang Melayu Riau dan Laskar Melayu Riau Bersatu menggelar unjuk rasa ke beberapa perusahaan vendor PT Cehvron yang berkantor di kawasan Duri, Kabupaten Bengkalis pada Rabu (20/3) pagi hingga siang tadi.

Unjuk rasa seratusan massa menuntut pihak perusahaan vendor PT Chevron agar terbuka dan transparan dalam menerima tenaga kerja lokal.

Sebelum aksi demo di gelar, massa yang dinaungi Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) berkumpul di gedung LAMR Mandau kawasan Jalan Hang Tuah Duri.

Massa Satu komando bergerak menuju kantor PT Vadhana yang terletak di Gate 3 dan PT Mesitechmitra (MMP) yang beralamatkan di Jqlan Aman, Duri.
 
Di sana, massa meminta kepada manajemen perusahaan dapat memberi keputuasan untuk bertandang ke gedung LAMR untuk melaporkan berapa tenaga kerja lokal yang direkrut Dua perusahaan.

Massa yang menyeruduk dan meringsek ke PT Vadhana diterima perwakilan manajemen, Karman.

Tapi setelah berdialog, Karman tidak bisa memberi keputusan atas tuntutan dan permintaan massa.

Karman berjanji bakal datang dan berailaturahmia ke gedung LAMR Mandau.

Beda saat massa berdemo di PT Mesitchmitra (MMP), massa yang diterima pihak Humas perusahaan,  Roro Yatim perundingan cukup alot.

Massa rada kesal kepada perusahaan vendor PT Chevron lantaran dalam merekrut karyawan dilakukan diam diam tanpa koorsinasi dan tidak sepengetahuan LAMR sebagai lembaga tertinggi di wilayah Mandau.

'Kami mewakili pihak PT Vadhana bakal membicarakan hal ini dan meminta waktu selama 1 minggu untuk perundingan internal. Setelah itu, pasti berkoordinasi dengan pihak LAMR Mandau, ujar Project Manager PT Vadhana, Masrul.

Sementara, pihak perwakilan PT MMP, Angga dan Toro Yatim berjanji membahas secara internal terkait hal tersebut. 

"Segera diputuskan nanti setelah 1 minggu. Surat pernyataan ini segera diselesaikan", pungkasnya.


Sekedar diketahui, PT Vadhana memiliki karyawan sebanyak 500 orang dan PT MMP sebanyak 300 orang lebih. Dari total karyawan 2 perusahaan tak lebih dari 30 persen pekerja lokal.

 
Perundingan yang berdurasi kurang lebih 3 Jam antara 3 Panglima meliputi, Panglima Hulubalang Melayu Riau Arifin Efendi, Panglima Laskar Hulubalang Melayu Riau, Ali Zamril/El Citra dan Panglima Laskar Melayu Riau Bersatu, Anuarsyah meminta pihak manajemen 2 perusahaan tersebut menempati janji yang telah tertulis dan di teken diatas matrei.

"Kami tunggu selama sepekan berdasarkan permintaan perusahaan. Bila tidak diindahkan siap siap kami sweeping dan menyetop operasional perusahaan Jika ini kembali tidak diindahkan", tegas ke Tiga Panglima Hulubalang Melayu.

 

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :