Oknum ASN Kejari Inhu Terancam Dipecat

Hayin Suhikto: Saya Sudah Lapor ke Kejagung RI dan Kejati Riau

Yuswanto
Hayin Suhikto: Saya Sudah Lapor ke Kejagung RI dan Kejati Riau

Rengat (katakabar) - Terkait kaburnya dua tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Inhu pada Kamis 18 April 2019 lalu, oknum ASN Kejari Inhu berinisial Ri (28) terancam dipecat. Pasalnya, Ri yang bertugas sebagai pengawal tahaman (Waltah) ini diduga kuat terlibat hingga kedua tahanan berinisial JN warga Desa Titian Resak, Kecamatan Seberida, Kab Inhu dan EK warga Desa Buluh Rampai, Kecamatan Seberida Kab Inhu yang terlibat kasus narkoba berhasil kabur.

Diduga Ri tidak bekerja sendirian, ada satu rekannya berinisial He (22) security Kejari Inhu juga turut terlibat atas pelarian kedua tahanan tersebut. Ri yang berstatus tersangka dan sudah ditahan di sel tahanan Polres Inhu ini diduga telah memalsukan surat peminjaman tahanan atau Bon.
Sebagaimana hal ini disampaikan Kajari Inhu Hayin Suhikto SH MH kepada wartawan, Selasa 23 April 2019 kemarin. Menurut Hayin, tersangka Ri telah memalsukan tanda tangan Kasi Pidum, sehingga kedua tahanan bisa dengan mudah keluar dari Rutan Kelas IIB Rengat setelah menerima Bon dari Ri.

"Waktu itu yang sidang di PN Rengat hanya 3 orang tapi Ri membuat jadi 5 orang, setelah memalsukan tanda tangan Kasi Pidum. Setelah mengantar ke PN Rengat, Ri dan He membawa kedua tahanan itu ke salah satu penginapan yang berada di Pematangreba atas nama Eri Casanova dan ke salah satu penginapan di Belilas atas nama Joni. Atas perbuatan Ri ini, kita sudah buat laporan ke Kejagung RI dan Kejati Riau, selain menunggu putusan pengadilan atas kasus yang menimpa RI. Sebab, ada proses tersendiri yang akan dijalaninya, sesuai dengan aturan ASN di kejaksaan," jelas Hayin.

Setelah dilakukan pemeriksaan ditingkat kejaksaan, baik Ri maupun He, kasus ini sepenuhnya sudah diserahkan ke Porles Inhu. Pihaknya juga sudah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dan juga penetapan sebagai tersangka atas keduanya.

Menyoal apakah kasus ini ada motif uang (suap), Hayatu mengaku telah menyerahkan sepenuhnya pada hasil penyidikan Polres Inhu. Meski pihaknya ada menyita sejumlah uang dari RI dan He.

Sebagaimana diketahui, kaburnya dua tahanan kasus narkoba itu diawali dengan percakapan lewat pesan WhatsApp (WA) dan menjadi barang bukti pihak penyidik Polres Inhu. Serta uang tunai sebesar Rp1,8 juta yang juga menjadi barang bukti.
Selain Ri dan He, satu wanita berinisial Su (48) warga Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

Wanita yang diduga sebagai PSK ini diduga terlibat atas pelarian kedua tahanan tersebut. Konon, Su menjadi pemuas syahwat dari salah satu tahanan saat berada di salah satu penginapan di daerah Belilas, Kecamatan Seberida, Kab Inhu.

Ketiga tersangka, yakni Ri, He dan Su dijerat dengan pasal 263 jo 55 jo 223 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan penjara maksimal selama 6 tahun.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :