Back to Top

Yth, Jokowi-JK...

Penulis : aziz | Sabtu 18 Juli 2015, 00:42 WIB | Dibaca: 8663 Kali | Kategori : Editorial|

Kibaran Bendara pemacu semangat membangun bangsa ini. Bukan untuk saling sikat dan sikut! foto: kompasiana

Pekanbaru (katakabar) Presiden Jokowi sudah kembali dari Aceh. Dia berlebaran di sana bersama masyarakat setelah sebelumnya sholat Ied di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Bisa dibilang, warga Aceh puas dengan kedatangan RI 1 itu, meski Jokowi hanya mampir di Kabupaten Aceh Barat dan Kota Banda Aceh.

Maklum, sejak republik ini berdiri, jarang-jarang presiden berlebaran di daerah. Dari sana Jokowi kemudian terbang ke kampung halamannya, Solo.

Selain Shalat Idul Fitri, Jokowi dan Iriana mampir juga ke PLTD Apung, Gampong Punge Blang Cut, Banda Aceh untuk bersilaturrahim dengan masyarakat di sana.

Seperti kebiasaannya di daerah lain, di sini Jokowi juga bagi-bagi. Ada 1.000 paket sembako dibagikan di sana. Paket dengan jumlah yang sama juga dibagikan di Masjid Besar Pahlawan, Gampong/desa Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh.

Di Jakarta, Jusuf Kalla membuka lebar-lebar pintu istana wakil presiden untuk para tetamu. Bahkan dia berlebaran juga dengan kaum difabel alias penyandang cacat.

Apa yang dilakukan oleh Jokowi dan JK ini musti ditiru oleh generasi sekarang. Mana tau ada di antara generasi ini kelak menggantikan posisi dua tokoh ini.

Sebab silaturrahim dengan kaum marginal dan masyarakat biasa oleh seorang tokoh itu sangat manjur untuk menjadi pelipur lara, meski sesaat.

Dibilang sesaat lantaran terlepas dari sikap mereka, teramat komplek persoalan bangsa ini yang semestinya harus diurai Jokowi satu per satu.

Banyak yang bilang negeri ini macam tak berpemimpin. Omongan itu mencuat lantaran para anak buah bebas saja saling sikut.

Contohnya di level lembaga penegak hukumnya. Menteri nya. Dan ini barang kali pertama kali dalam sejarah bangsa ini bahwa seorang meteri disebut menghina presiden.

Menteri bisa mengobok-obok olahraga nasional tanpa lebih dahulu mengurai apa sebenarnya persoalan yang terjadi di tubuh induk olahraga si 'kulit bundar' itu.

Selama Jokowi-JK memimpin, kehidupan masyarakat makin terseok-seok. Daya beli melemah. Pertumbuhan ekonomi hanya di angka 4,7 persen. Beda dengan Filipina yang malah sudah menembus angka 7,3 persen.

Entah apa yang terjadi di sistim perekonomian bangsa ini.

Ada baiknya, Jokowi-JK tegas kepada bawahannya. Sebab ini negara untuk kepentingan bangsa. Bukan organisasi kecil yang kepentingannya hanya untuk sekelompok.

Penuhilah kebutuhan dasar bangsa ini. Mulai dari beras, rumah dan pendidikan. Bikin kartu sakti itu bagus.

Jika memang kartu itu bisa membikin jiwa-jiwa aparatur yang sudah terbiasa "kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah", sudah berubah.

Kalau kebutuhan dasar tadi sudah terpenuhi, Anda berdua berlebaran dengan masyarakat mana saja, akan semakin membikin masyarakat mengeluh-eluhkan Anda.

Bahwa masyarakat sudah merasakan arti bernegara dan berpemimpin. Bukan seperti sekarang, membangun citra di saat tertentu, tanpa lebih bergegas memenuhi kebutuhan dasar tadi.

Bukankah slogan Anda berdua, kerja, kerja dan kerja?

 

 


Editor : Aziz



Ingin mengirimkan berita menarik di sekeliling anda ? SMS ke nomor : 0822 8311 0007 atau kirim Email ke alamat : redaksi@katakabar.com (harap cantumkan data diri anda).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :



 

Download Aplikasi Android