Back to Top

Hapus Islamfobia, Muslim AS Sewa Papan Iklan

Penulis : Joe | Selasa 06 Desember 2016, 08:47 WIB | Dibaca: 361 Kali | Kategori : Internasional|

DALLAS (KataKabar)  –  Menurut data Southern Poverty Law Center, sejak pilpres AS 2016 sedikitnya ada 867 kasus kebencian terhadap Muslim di AS. Sedangkan menurut data FBI, sepanjang tahun 2015 terjadi lonjakan 67 persen kasus kekerasan terhadap Muslim di AS.

Oleh sebab itu, komunitas Muslim Amerika Utara berinisiatif menyewa 12 unit papan iklan (billboard) yang strategis di pinggir sepanjang jalan raya Dallas, negara bagian Texas. Dengan begitu, para pengguna jalan dapat menyaksikan kampanye yang mempromosikan nilai-nilai Islam sejati.

Adapun bunyi iklan tersebut adalah, “Islam=Persamaan Ras”. Selain itu, nomor kontak hotline “Mengapa Islam?” juga disertakan, sehingga siapapun bisa bertanya jawab mengenai Islam.

“Kami perlu melakukan hal ini di Dallas lantaran jumlah kasus kebencian yang kami alami belakangan ini,” kata Imam Jawad Ahmed, sosok yang mengatur narahubung hotline tersebut.

“Mereka (pelaku kebencian) begitu saja mengutuk orang Islam secara pukul-rata. Mereka memakai kata-kata yang menyakitkan, misalnya enyahlah dari Amerika dan sebagainya,” lanjut Imam Jawad, seperti dikutip Dallas News, Senin (5/12) kemarin.

Dana untuk menyewa papan-papan iklan itu berasal dari donasi umat Islam setempat. Kampanye untuk menangkal Islamofobia di Dallas mulai intens setidaknya sejak 24 Oktober lalu.

Diharapkan, iklan-iklan tersebut dapat menghapus kekeliruan persepsi mengenai Islam. Sebab, Islam sejatinya untuk semua ras, bangsa, atau golongan. Dalam ajaran agama ini, yang membeda-bedakan manusia hanyalah ketakwaan kepada Allah, bukan warna kulit.

Terpisah, juru bicara komunitas Muslim setempat, Furqan Ansari, membenarkan bahwa kemenangan Donald Trump dalam pilpres lalu kian membuat khawatir. “Kami ingin menunjukkan kepada seluruh warga bahwa apa yang dikampanyekan (Donald Trump) menjelang Pilpres (mengenai Islam) itu tidak benar,” kata Ansari.

Sayangnya, dalam lima pekan terakhir sejak papan-papan iklan itu berdiri, pihaknya justru masih mendapatkan ujaran kebencian. Ada sedikitnya 75 sambungan telepon ke hotline 'Mengapa Islam?'.

Beberapa penelepon langsung berteriak memaki-maki Islam. Ada 11 penelepon yang memilih meninggalkan pesan suara, berisi ujaran kebencian pula.

 “Melalui sambungan telepon, memang mudah menyampaikan apa yang hendak disampaikan. Dibandingkan bila bertatap muka langsung,” pungkasnya. 


Editor : Joe David



Ingin mengirimkan berita menarik di sekeliling anda ? SMS ke nomor : 0822 8311 0007 atau kirim Email ke alamat : redaksi@katakabar.com (harap cantumkan data diri anda).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :



 

Download Aplikasi Android