Back to Top

Penderita DBD Terus Meningkat

Penulis : Yuswanto | Rabu 01 Maret 2017, 15:24 WIB | Dibaca: 253 Kali | Kategori : Kesehatan|Indragiri Hulu

Ilustrasi. (f/net)

Rengat (katakabar) - Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu mengimbau warga agar tetap waspasa terhadap serangan Demam Berdarah Dengue (DBD). Karena seperti biasanya pasca musim hujan disertai munculnya nyamuk penyebab DBD.

Kewaspadaan dan kesadaran warga sangat diharap untuk memperhatikan kebersihan. Karena penderita DBD sepanjang Januari 2017 tercatat sebanyak 10 orang penderita dan meningkat jika dibanding bulan Februari tahun 2017 yakni sebanyak 12 penderita. Dinas Kesahatan Kabupaten Inhu dalam menanggulangi kasus penderita DBD ini telah melakukan berbagai program pencegahan.

“Sosialisasi, hingga fogging dilokasi yang dicurigai ada nyamuk penyebar DBD terus dilakukan,” ujar Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Inhu Lisnar Manaf akhir pekan kemarin.

Menurutnya, berdasarkan data bila dibandingkan tahun sebelumnya per Januari 2016 jumlah penderita DBD mencapai 57 pasien. Untuk bulan Februari 2016 tercatat sebanyak 38 penderita. Sedangkan pada bulan Februari 2017 ini, angka penderita DBD hanya 22 orang atau terdapat penuruna.

Bila dibandingkan kasus-kasus selama tiga tahun ke belakang, terus mengalami flutuasi peningakatan dan penurunan. Seperti yang tercatat pada tahun 2013 jumlah penderita DBD mencapai 29 orang, pada tahun 2014 angka itu meningkat tajam dengan total penderita mencapai 323 penderita. Namun angka itu kemudian terus mengalami penurunan pada tahun 2015 sebanyak 183 peserta, dan pada tahun 2016 sebanyak 189 penderita.

“Penurunan ini disebabkan, sebagian masyarakat mulai sadar menjaga kebersihan lingkungannya,” ungkapnya.

Selain itu, Dinkes Inhu juga terus menggalakan program juru pemantau jentik (jumantik). Dimana program ini lebih mengutamakan pencegahan.

“Setidaknya dalam satu keluarga ada jumantik, tujuannya untuk memantau perkembangan jentik-jentik nyamuk sebelum berkembang biak,” harapnya.

Selain itu, Dinkes Inhu juga menyarankan  untuk penggunaan salah satu teknologi sederhana yang dikenal dengan Ovitrap. Ovitrap ini digunakan untuk menangkap larva nyamuk.

“Selain sederhana, namun teknologi juga aman,” ujarnya.


Editor : Joe David



Ingin mengirimkan berita menarik di sekeliling anda ? SMS ke nomor : 0822 8311 0007 atau kirim Email ke alamat : redaksi@katakabar.com (harap cantumkan data diri anda).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :



 

Download Aplikasi Android