Back to Top

Inilah Perpisahan 37 Ribu Tahun Silam

Penulis : aziz | Jumat 10 Maret 2017, 02:12 WIB | Dibaca: 172 Kali | Kategori : Tekno|

orang aborigin. foto. net

Jakarta (katakabar) - Kalau saja Profesor bidang biologi evolusi Griffith University dari Australia David Lambert tak datang ke Jakarta dua hari lalu, perpisahan antara orang Papua dan Aborigin di Australia tidak akan menjadi berita menarik.

"Sebelum 37 ribu tahun silam, orang Papua dan Aborigin masih hidup bersama," kata Lambert lepas menyampaikan kuliah umum "Ancient and Contemporary Indigenous Genomics of Australia" di Auditorium Sitoplasma Lembaga Eijkman, Jakarta dua hari lalu, seperti dilansir antara.

Dari hasil penelitian genom --- keseluruhan informasi genetik yang dimiliki suatu sel atau organisme --- 83 orang Aborigin yang tersebar luas di Australia dan 25 orang Papua yang telah dilakukan Profesor Lambert bersama Willandra Lakes Elders, menunjukkan bahwa orang Aborigin di Australia secara genetik sangat dekat dengan orang Papua.

Lambert mengatakan, dengan menggunakan metode kemungkinan komposit untuk mengetahui gelombang migrasi ke Australia diketahui bahwa orang Aborigin dan Papua berasal dari satu gelombang migrasi yang sama yang keluar dari Afrika sekitar 72 ribu tahun silam.

Lambert juga mengatakan bahwa mereka berpisah dengan nenek moyang orang-orang Eropa dan Asia sekitar 58 ribu tahun silam. Dan akhirnya berpisah satu sama lain secara genom sekitar 37 ribu tahun silam, jauh sebelum Selat Torres yang terbentuk sekitar 10 ribu tahun silam.

Deputi Direktur Bidang Penelitian Fundemental Lembaga Eijkman Herawati Sudoyo mengatakan orang Papua dan Aborigin ada dalam klaster yang sama namun berbeda.

Meski telah diketahui asal-usul orang Papua dan Aborigin dari penelitian Profesor Lambert, ia mengatakan masih diperlukan data dan informasi lebih lanjut terkait genom orang-orang Papua untuk menjawab lebih lanjut misteri asal-usul manusia.

Deputi Lembaga Eijkman yang kerap disapa Profesor Hera ini mengatakan masih banyak kemungkinan yang dapat diungkap tentang manusia melalui penelitian terkait genom di Indonesia mengingat lokasi ini menjadi pintu masuk lain, contohnya seperti ke Polinesia.

Menurut Hera, hasil penelitian Profesor Lambert memang penting. Dirinya pun baru mengetahui jika ternyata secara genom orang Papua sudah berpisah dengan Aborogin sejak 37 ribu tahun silam.


Editor : Aziz



Ingin mengirimkan berita menarik di sekeliling anda ? SMS ke nomor : 0822 8311 0007 atau kirim Email ke alamat : redaksi@katakabar.com (harap cantumkan data diri anda).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :



 

Download Aplikasi Android