Back to Top

Budidaya Anggrek Macan di Duri

Untuk 'Si Macan', Ada Yang Mau Jadi Bapak Angkat Kah?

Penulis : Sahdan | Jumat 14 April 2017, 12:18 WIB | Dibaca: 182 Kali | Kategori : Lifestyle|Mandau

Marwanto bersama Anggrek Macannya. foto. sahdan

Duri (katakabar) - "Beginilah kalau orang cebol mengayuh lintang (beginilah kalau orang kecil punya cita cita besar)," ujar Marwanto dalam sebuah perbincangan dengan katakabar.com di rumahnya di kawasan jalan Gaya Baru Kelurahan Duri Timur, Kecamatan Mandau, kabupaten Bengkalis, Rabu sore pekan lalu.

Lelaki 50 tahun ini mulai merasakan bahwa mengurusi Anggrek Macan (grammatophyllum speciosum) ternyata tak cukup bermodalkan izin penangkaran.

Sebab mengurusi tumbuhan langka ini ternyata juga butuh modal besar. Untuk satu wadah yang berisi media tumbuh saja kata Marwanto, dia musti merogoh kocek Rp100 ribu.

Baca juga: Cara Marwanto Mengurus 'Si Macan'

 

Sekarang tanaman Anggrek Macan milik Marwanto sudah mencapai 40 wadah. Satu wadah berisi 2-3 pohon. Ini berarti sudah Rp4 juta dia mengeluarkan duit. Belum lagi biaya hari-hari.

Lantaran modal yang dia keluarkan inilah kemudian Marwanto sangat ingin memasarkan anggrek-anggreknya itu. "Dua tahun ini saya sudah mentok. Penangkaran anggrek ini butuh suntikan modal," keluhnya.

Walau begitu, bukan berarti Marwanto tak berusaha mencari pemodal. Beberapa perusahaan kelapa sawit di Dumai sudah dia datangi.

Sudah macam presentator kawakan dia menjelaskan dari A-Z soal Anggrek Macan itu, tapi belum satupun yang tergiur.

Bahkan dia sudah jelaskan kalau di Pulau Jawa, Anggrek semacam itu bisa berbanderol jutaan rupiah hingga ratusan juta rupiah. "Di Duri saja harga per batang sudah Rp200 ribu," katanya.

Kalau saja ada bapak angkat yang mau, Marwanto bilang akan segera mengurus izin edar Anggrek Macan itu ke BBKSDA. "Yang namanya tanaman langka dan dilindungi kan musti pakai izin edar, biar bisa dijual ke Pulau Jawa'," ujar Marwanto.

Marwanto memilih pulau jawa lantaran di sana peminat anggrek langka ini lumayan banyak. "Saya sudah pernah survei di Jakarta dan Jogjakarta," katanya.

Terkait keberadaan Anggrek Macan itu di Riau, Marwanto menduga sudah sangat langka sebab banyak petani yang tak kenal dengan anggrek itu. Mereka menganggap anggrek itu gulma dan pada akhirnya disemprot racun.

Mulai hari ini kata Marwanto, jangan lagi ada masyarakat yang memusnahkan anggrek itu. Kalau ada yang mau membudidayakan, Marwanto mengaku mau memberikan bibit dan berbagi cerita soal cara membudidayakan.
"Merawat Anggrek itu tak sulit lho. begitu tanaman hidup, tidak perlu perawatan intensif, bisa dilakukan sambilan," katanya.

Jika suatu saat masyarakat sudah banyak yang membudidayakan anggrek, berarti anggrek macan ini nanti akan berubah dari langka menjadi banyak. "Percayalah, tanaman juga berzikir kepada Allah SWT sama seperti manusia," ujarnya.

 


Editor : Aziz



Ingin mengirimkan berita menarik di sekeliling anda ? SMS ke nomor : 0822 8311 0007 atau kirim Email ke alamat : redaksi@katakabar.com (harap cantumkan data diri anda).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :



 

Download Aplikasi Android