Back to Top

Tentang PPDB di Mandau

Penulis : Sahdan | Jumat 07 Juli 2017, 20:08 WIB | Dibaca: 151 Kali | Kategori : Pendidikan|Mandau

Mandau (katakabar) - Dari lima tahun lalu sampai sekarang, urusan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMPN maupun SMAN sederajat di Duri Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, masih juga jadi masalah.

Tahun ini saja misalnya, ada 15 persen dari total 4000 an lulusan SD yang tidak lolos seleksi PPDB SMP. Mereka tersebar di masing-masing sekolah yang ada di kawasan perkotaan Duri. Uniknya, mereka justru ngotot supaya tetap diterima di sekolah yang diinginkan.

Dalam penelusuran katakabar.com dari akhir bulan lalu, ada sederet alasan orang tua murid untuk bertahan di sekolah yang dituju meski sudah benar-benar tidak diterima.

Letak sekolah yang cukup strategis dan mudah dijangkau menjadi alasan klasik. "Anak saya sudah mendaftar di SMPN 3 Mandau lewat jalur bina lingkungan. Sayang, anak saya tidak lolos seleksi. Tapi saya masih coba bertahan, berharap anak saya bisa diterima di sekolah itu," ujar seorang orang tua murid.

Perempuan ini menyebut bahwa rumahnya ada di jalan Alhamra, Kelurahan Duri Timur. Rumah ini cuma berjarak 1 kilometer dari SMPN 3 yang berada di jalan Gaya Baru, Kelurahan yang sama.

Umi Hafsah, salah seorang orang tua murid yang menyodorkan anaknya untuk sekolah di SMPN 4 tapi tak lolos juga punya keluhan sama.

Alasan rumahnya hanya 1 kilometer dari sekolah menjadi alasannya bertahan. "Saya sudah nasehati dan kasi pengertian kepada anak saya, tapi dia tetap saja ingin sekolah di SMPN 4," katanya.

Bagi Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas Pendidikan Kecamatan Mandau, sebenarnya semua lulusan bisa tertampung di sekolah baru. Tapi dengan catatan jangan milih-milih. "Ada 20 sekolah di kecamatan Mandau dan Bathin Solapan. Semua siswa pasti akan tertampung," kata Kepala UPT Disdik Kecamatan Mandau, Nasrizal kepada katakabar.com di kantornya kemarin sore.

Pada PPDB tahun ini kata Nasrizal, Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis lewat UPT Disdik Kecamatan Mandau sudah membikin kebijakan baru untuk mengurai persoalan penerimaan peserta didik.

Caranya dengan membuka PPDB di kantor UPT Disdik Mandau pasca PPDB di masing-masing sekolah beres. Kebijakan ini dibikin kata Nasrizal untuk menampung calon siswa lingkungan yang belum tertampung. Dan jauh hari sebelumnya kata Nasrizal, kebijakan ini sudah disosialisasikan.

"Alhamdulillah PPDB berjalan lancar. Tapi yang aneh itu kok masih ada calon siswa yang belum terima di SMPN pilihannya?" Nasrizal heran.

Menurut Nasrizal, kebijakan PPDB sudah sangat positif untuk mengurai masalah yang ada. Dan sesuai rencana pemerintah, tidak ada lagi sekolah dua shift. Tak ada lagi yang namanya sekolah siang. Semua siswa musti masuk pagi.

Itulah makanya kebijakan baru PPDB itu dibuat di kantor UPTD Disdik Mandau. "Standar rombongan belajar (rombel) untuk sekolah pagi, berjumlah 27 rombel. Lebih dari itu sekolah tetap dua shift," katanya.

Jadi kata Nasrizal, wali murid hendaknya mau mendukung kebijakan Dinas Pendidikan biar mutu pendidikan berkualitas ke depan.

Bagi Nasrizal, tak ada lagi alasan jangkauan sekolah yang jauh. "Kalau dikroscek, umumnya masyarakat Kota Duri sudah punya kendaraan roda dua. Kan bisa orang tua murid mengantar anaknya kalau memang sekolahnya jauh. Mari bersama merubah pola pikir demi pendidikan anak anak yang berkualitas," pintanya.


Editor : Aziz



Ingin mengirimkan berita menarik di sekeliling anda ? SMS ke nomor : 0822 8311 0007 atau kirim Email ke alamat : redaksi@katakabar.com (harap cantumkan data diri anda).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :



 

Download Aplikasi Android