Ungkap Penipuan Lewat Medsos

AKBP Gunar R: Pelaku Terancam 4 Tahun Kurungan

Siak, katakabar.com - Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Siak, AKBP Gunar Rahadiyanto pimpin konferensi pers pengungkapan kasus penipuan dan pencurian dengan kekerasan, di teras lobi kantor Polres Siak Kapolres Siak pada Senin (20/9).

"Kasus dugaan penipuan dan pencurian dengan kekerasan ini bermula pada September 2020 lalu, pelapor bernama YS umur 40 tahun kali pertama berkenalan lewat media sosial (Facebook) dengan terlapor NR alias AR umur 43 tahun," ujar AKBP Gunar R mulai jabarkan kronologi pengungkapan kasus tersebut.

Selanjutnya kata Kapolres Siak, terlapor kirim pesan kepada pelapor dan meminta nomor WhatsApp pelapor. Tidak lama, ada yang menghubungi pelapor tapi nomor tersebut diblokir pelapor. Selain itu, ada pula yang menghubungi pelapor menggunakan nomor lain menggunakan aplikasi WhatsApp dan mengaku sebagai polisi yang berdinas di Polres Kabupaten Pelalawan bernama Ipda Indra Jaya menjabat sebagai Kanit II Narkoba.

Lepas itu, pelapor dan terlapor sering berhubungan lewat aplikasi WhatsApp. Terlapor meminjam uang kepada pelapor untuk proyeknya di PT RAPP dan untuk urusan pribadi, dan berjanji bakal mengembalikan uang tersebut secepatnya.

"Uang tersebut dipinjam terlapor secara bertahap mulai dari September 2020 hingga Juni 2021 dan seluruh uang yang dipinjam totalnya Rp382.250.000. Terlapor yang mengaku sebagai Ipda Indra Jaya selalu janjikan uang dipinjam mau dikembalikan saat invoice proyek PT RAPP cair dan menjual tanahnya. Tapi, hingga saat ini pelapor dan terlapor belum pernah bertemu cuma berkomunikasi lewat WhatsApp," ulasnya.

Pelaku memulai aksinya Sambung AKBP Gunar, sudah dari Oktober, dimana korban YS warga Kerinci Kanan.

"Selain Korban YS ada lagi korban IR, tapi ditangani Polres Pelalawan lantaran TKP di daerah pelalawan," jelasnya.

Tentang kronologi penangkapan tersangka cerita Kapolres Siak ini, bermula dari laporan kejadian tersebut. Kasat Reskrim Polres Siak AKP Noak P Aritonang perintahkan Kanit III Ipda Nober M J Sinaga untuk melakukan penyelidikan kepada diduga pelaku.

Terus selanjutnya Kanit III Polres Siak beserta anggota dibackup Tim Opsnal melakukan penyelidikan. Pada Kamis 9 September 2021 sekitat pukul 12.30 WIB, Tim dapat informasi yang diduga pelaku berada di Desa Lalang Kabung, Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan, dan sekitar pukul 13.00 WIB Tim berhasil mengamankan diduga pelaku di rumah kontrakan yang terletak di Desa Lalang Kabung, Kecamatam Pelalawan Kabupaten Pelalawan.

Selain mengamankan diduga pelaku, Tim berhasil mengamankan diduga barang bukti, berupa satu unit handphone merk Vision 1 Pro biru, satu unit handphone merk nokia 105 biru, satu buah kartu ATM BRI atas nama terlapor, satu buah Jam tangan Swiss
Army silver, satu buah buku rekening Bank BRI atas nama terlapor.

Tak cuma itu, uang sebanyak Rp5 juta, satu) buah baju berkerah lengan pendek hijau gelap, satu buah baju berkerah lengan pendek merk TP1979 hijau putih hitam, satu buah baju berkerah lengan pendek kuning corak putih dan satu buah baju berkerah lengan pendek abu-abu biru dongker, bebernya.

Pasal yang kita sangkakan kepada palaku Pasal 378 KUHPidana dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Unsur Pasal 378 KUHPidana bunyinya
“barangsiapa dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak, baik dengan memakai nama palsu atau keadaan palsu, baik dengan akal dan tipu muslihat, maupun dengan karangan perkataan-perkataan bohong, membujuk orang supaya memberikan sesuatu barang, membuat utang atau menghapuskan piutang, dihukum karena penipuan”, sebutnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait