Berburu Bukti Gratifikasi

Pasir Pangaraian, katakabar.com - Kalau saja Tika bisa meninggalkan anaknya yang sedang sakit demi memenuhi surat yang dilayangkan oleh Asisten Pengawas Kejaksaan Tinggi Riau kepadanya 05 Maret lalu, bisa jadi kerja empat jaksa pengawas yang datang ke Kejaksaan Negeri Rokan Hulu (Rohul) kemarin, langsung tuntas.

"Dia enggak bisa hadir lantaran anaknya sakit," kata Sekretaris Lembaga Suadaya Masyarakat Barisan Rakyat Anti Korupsi (LSM BARA-API) Rohul, Umri, kepada katakabar.com.

Umri dan ketuanya, Fauzan Azima, baru saja kelar menjalani pemeriksaan oleh tim jaksa pengawas tadi --- Miriam SH, Deddy Taufik SH, Bendry Almi SH dan Deny Alvianto SH, Mhum --- di aula lantai dua gedung Kejari Rohul itu kemarin sore.

Umri mengaku kalau dia dan ketuanya dicecar sekitar 20 pertanyaan terkait aliran duit yang konon diberikan oleh Tika kepada oknum jaksa JS di Kejari Rohul melalui salah seorang staf jaksa itu.

"Di mana Tika memberikan uang, kepada siapa Tika memberikan uang, apakah langsung ke Jaksa JS atau ada perantara? Lalu uang itu diserahkan di ruangan mana? Itu beberapa pertanyaan paling penting dari sekian banyak pertanyaan tadi," jelas Umri.

Lebih jauh Umri mengaku, ruangan pemeriksaan cukup steril dan aman, "Saya dan ketua sama-sama diperiksa. Samsiah alias Simbok diperiksa di ruangan berbeda. Jaksa JS enggak kelihatan. Makanya kami enggak tahu apakah dia sudah diperiksa atau belum. Hanya saja pengakuan jaksa pengawas itu, Jaksa JS bakal dipanggil kembali ke Kejati untuk pemeriksaan lanjutan," cerita Umri.

Pantauan katakabar.com kemarin, ada sekitar 5 jam pemeriksaan berlangsung. Pemeriksaan dimulai sekitar pukul 13:00 wib.

Lepas pemeriksaan, para jaksa pengawas itu langsung masuk ke mobil Fortuner yang sudah menunggu. Sementara Samsiah yang 'dipinjam' dari Lapas Pasir Pangaraian disuruh masuk ke mobil tahanan kejaksaan jenis Panther untuk dipulangkan ke Lapas Klas IIB itu.

Janda 53 tahun itu nampak pakai rompi tahanan kejaksaan. Jilbab coklat bercorak menghiasi kepalanya.

Semua jaksa tadi mengunci mulut saat ditanyai wartawan. "Maaf kami belum bisa memberikan keterangan, kalau mau konfirmasi langsung saja ke Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Riau," elak salah seorang jaksa yang merangkap sebagai sopir Fortuner itu kepada katakabar.com.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan yang kemudian dihubungi katakabar.com tidak menampik soal kedatangan tim jaksa pengawas itu ke Rohul.

"Tim masih melakukan proses klarifikasi dengan pihak-pihak terkait, jadi kita tunggu dulu hasil selanjut, mohon bersabar," katanya, Selasa (10/3).

Nongolnya tim jaksa pengawas itu ke Rohul bermula dari kicauan Samsiah yang tak senang dengan tuntutan tiga tahun penjara oleh jaksa penuntut umum atas kasus sabu yang menderanya.

Sebab dia merasa sudah menyetor duit Rp15 juta kepada oknum jaksa JS demi memperingan tuntutan seperti perjanjian sebelumnya.

Baca juga: Cerita Pilu Janda Muda di Sudut Kampung Tambusai

Tika yang disuruh oleh Samsiah mengatur pembayaran duit itu. Dan Tika lah yang tahu kapan, dimana dan kepada siapa sebenarnya duit itu dia setorkan.

Di sisi lain, mendengar kicauan Samsiah tadi, LSM BARA API pun langsung berinisiatif melakukan investigasi hingga kemudian melaporkan persoalan itu ke Asisten Pengawasan di Kejati Riau.

"Kami akan terus mengawal persoalan ini sampai tuntas. Dan kami mempercayakan hal ini kepada Aswas Kejati Riau. Kami sangat berharap kasus ini diberesi seterbuka mungkin, biar tidak terulang lagi di Negeri Seribu Suluk ini," Umri berharap.

 

Editor : Aziz

Berita Terkait