Disaksikan Presiden RI Virtual

Bupati Meranti Dapat Kado Indah Dari PB PGRI di HUT PGRI dan HGN 2020

Pekanbaru, katakabar.com - Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang diketua Prof. Dr. Unifah Rosyidi MPd serahkan penghargaan Anugrah Dwija Praja Nugraha kepada Bupati Kepulauan Meranti, Irwan.

Penyerahan anugrah luar biasa itu disaksikan Presiden RI, Joko Widodo, kepada Kepala Daerah yang dinilai memiliki perhatian dan komitmen tinggi terhadap pembangunan pendidikan, profesionalitas, kesejahteraan guru dan PGRI di acara Peringatan HUT PGRI ke 75 dan Hari Guru Nasional (HGN) 2020, di Gedung Guru Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (28/11).

Kegiatan yang diikuti PGRI Provinsi Riau secara Virtual bertempat di Gedung Guru Riau Jalan Sudirman, Pekanbaru, dihadiri Bupati Kepulauan Meranti, Irwan, Kadis Pendidikan Riau, Zul Ikram, Ketua Dewan Kehormatan Guru Riau, Fachri Yasin, Muhammad Syafii, Kepala Dinas Pendidikan Meranti, Syamsuddin, Dewan Pakar PGRI, Zulmijan, Ketua PGRI Kepulauan Meranti, Mahmuddin, Sekretaris PGRI Meranti, Alfian, 16 Guru Peraih Medali Pejuang Dunia Pendidikan. 

Ditingkat Nasional diikuti Presiden RI, Joko Widodo, Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Anwar Makarim, Menteri Agama, Fachrul Razi, dan Ketua PGRI Pusat Unifah Rosyidi.

Penghargaan Dwija Praja Nugraha adalah sebuah apresiasi tertinggi dari guru-guru yang tergabung dalam PGRI kepada Kepala Daerah yang punya komitmen teguh memajukan kualitas pendidikan dan peningkatan kesejahteraan guru.

Salah satunya Bupati Kepulauan Meranti, Irwan, yang dinilai telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang berpihak pada peningkatan pembangunan di bidang pendidikan dan kesejahteraan Guru di wilayah yang dipimpinnya.

Kebijakan itu meliputi pertama, dukungan kebijakan kepada dunia pendidikan Meranti dengan secara konsisten memberi porsi anggaran APBD diatas Mandatori hingga 25 persen dari APBD Kepulauan Meranti.

Kedua, meningkatkan jumlah tenaga pengajar pendidikan di Meranti dengan memberikan porsi terbesar  pada tenaga pendidikan saat penerimaan CPNS.

Ketiga, berkomitmen tinggi memperhatikan kesejahteraan guru melalui pemberian honorer Guru ASN dan tenaga Kependidikan Non ASN.

Keempat, meningkatkan kualitas SDM Tenaga Pengajar melalui pemberian Beasiswa Pendidikan SI dan S2. Kelima, dukungan Pemerintah terhadap program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh  PGRI Meranti. Keenam, mendukung peningkatan SDM pengajar dengan menggelar berbagai pelatihan.

Terus ketujuh, di tengah pandemi Covid 19 memberikan bantuan sosial kepada PGRI untuk disalurkan kepada guru honorer komite, guru yayasan, janda guru, duda dan pensiunan guru. 


Kedelapan, sangat membantu adalah menggratiskan biaya pendidikan siswa TK, SD hingga SMP. Dan kesembilan, melakukan renovasi gedung sekolah secara besar-besaran.

Soal penghargaan yang diterima Bupati Kepulauan Meranti, Irwan. Ketua PGRI Riau, Muhammad Syafii menjelaskan, cuma ada beberapa Kepala Daerah di Indonesia yang menerima Penghargaan Anugrah Dwija Praja Nugraha dari Presiden RI Joko Widodo, salah satunya diberikan pada Bupati Kepulauan Meranti, Irwan.

Anugrah Dwija Praja Nugraha dari PB PGRI Pusat sangat layak diberikan kepada Irwan, yang sama-sama diketahui perjuangan untuk memajukan dunia pendidikan di daerah Pesisir yang serba keterbatasan bukan hal yang mudah dan Bupati Kepulauan Merantu berhasil melakukannya.

"Berkat sentuhan dingin Irwan, tenaga pengajar dan keberpihakan yang luar biasa dari Pemerintah Daerah lewat program yang luar biasa sudah berhasil meningkatkan prestasi pendidikan di wilayah pesisir," jelasnya.

Penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi guru dan tenaga pengajar khususnya di wilayah pesisir. Soalnya, prestasi tidak harus diraih oleh guru yang berada di kota besar tapi lewat dedikasi yang tinggi dapat diraih oleh para pemimpin dan guru yang berada didaerah pesisir.

"Hal ini mudah - mudahan dapat menjadi motivasi bagi para guru, sebab untuk mendapat prestasi dunia pendidikan tidak mesti guru yang berada di Kota Besar dan Bupati Kepulauan Meranti berhasil membuktikannya," ujarnya.

Bupati Kepulauan Meranti, Irwan mengatakan, penghargaan ini sangat bernilai bagi dunia pendidikan di Kepulauan Meranti. Sebagai daerah Kabupaten baru dengan banyak wilayah yang masih terisolir diperlukan perjuangan ekstra dari seluruh insan pendidikan dalam meningkatkan kecerdasan masyarakat.

"Kita sadari perjuangan pendidikan di daerah perbatasan sangat menantang, tapi berkat kerja keras insan pendidikan di Kepulauan Meranti, kita berhasil mendapat apresiasi luar biasa ini," kata Bupati Dua Periode ini.

Untuk itu, kepada PGRI khususnya di Kepulauan Meranti senantiasa menjadi penyangga peningkatan kecerdasan masyarakat, imbaunya.

Pada hakekatnya ulas Irwan, tujuan kerja keras memajukan dunia pendidikan bukan untuk mendapat pengharagaan. Tapi lebih dari itu, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kepulauan Meranti kurun10 tahun belakangan ini sudah berhasil melakukannya.

"Dulu, saat awal berdiri prestasi pendidikan di Kepulauan Meranti cuma berada diperingkat 12. Pada tahun ke 2 dan ketiga berhasil ditingkatkan menjadi peringkat ke 3. Hal ini seiring semakin menurunnya angka kemiskinan dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat," ceritanya.

Satu hal yang disayangkan Irwan, sejak dikeluarkannya aturan baru soal pengelolaan Sekolah Tingkat SMA sederajat, dulunya menjadi tanggung jawab Kabupaten menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Riau, justru membuat prestasi pendidikan SMA di Kepulauan Meranti rada menukik, ini perlu menjadi perhatian serius dari Pemprov Riau.

Untuk itu, perlu ditindaklanjuti dengan sharing program yang jitu agar pendidikan tingkat SMA di semua Kabupaten yang ada tidak mengalir secara auto pilot. Bila lingkungan pendidikan dan masyarakatnya baik bakal menghasilkan prestasi yang baik, tapi bisa berbeda dengan daerah yang serba keterbatasan seperti Kepulauan Meranti, bebernya.

Masih Irwan, biar tidak terjadi lagi gab kualitas pendidikan yang mencolok. Kepada Dinas Pendidikan Provinsi Riau diminta untuk membuat terobosan jitu.

"Mesti ada terobosan dari Provinsi untuk meningkatkan kualitas anak dan para guru dalam upaya pemerataan kualitas pendidikan. Biar tidak ada lagi gab antara daerah yang sudah maju dengan yang sedang berkembang. Harapannya Provinsi Riau semakin diperhitungkan di tingkat nasional."

Apresiasi dan terima kasih yang tinggi kepada insan pendidikan atas dedikasinya memajukan dunia pendidikan di Kepulauan Meranti, imbuhnya.

Kegiatan Puncak Peringatan HUT PGRI ke 75 dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2020, digelar secara virtual dilakukan penyerahan PHRI Award untuk Guru Berdedikasi di Daerah 3 T dan guru di Kabupaten Meranti, Masniar SPd yang bertugas sebagai guru TK Pembina Selatpanjang.

Penyerahan medali kepada para Guru berdedikasi di Indonesia, dimana Provinsi Riau meraih peringkat 4 secara nasional dengan meraih 19 medali Perak dan 38 medali Perunggu.

Peluncuran Aplikasi Bantu Guru yang merupakan Startup atas kreasi guru Provinsi Riau menjadi Startup Nasional dalam membantu guru. Dan terakhir peluncuran TV Guru (TunasTV).

Peringatan HUT PGRI Ke-75 dan HGN Tahun 2020 Tingkat Provinsi Riau, dikemas dengan acara syukuran atas prestasi yang diraih oleh para Insan Pendidikan di Riau berlangsung hikmat dan meriah.

Dan akhirnya silahturahmi antara para guru dengan Bupati Kepulauan Meranti penerima penghargaan  Anugrah Dwija Praja Nugraha, dan pengurus PGRI se Riau.

Editor : Sahdan

Berita Terkait