Sidak Harga TBS Sawit

Bupati Pelalawan Ancam Bekukan Izin Perusahaan Beli di Bawah Standar

Pelalawan, katakabar.com - Mendengar keluhan masyarakat petani harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit anjlok mencapai 50 persen, Bupati  Kabupaten Pelalawan Zukri Inspeksi mendadak (Sidak) lapangan ke sejumlah perusahaan perkebunan Kelapa Sawit (PKS) di Kecamatan Langgam, pada Senin (9/5) kemarin.

Hasil sidak Bupati Kabupaten Pelalawan tersebut ditemukan ada perusahaan membeli sawit para petani dengan harga Rp2.080 per kilogram. Harga itu tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau Rp3900 per kilogram.

Perusahaan yang membeli TBS sawit di bawah standar, yakni PT Mitra Unggul Perkasa (MUP) di Desa Segati dan Desa Penarikan, PT Mitra Sari Prima di Desa Segati, serta PT Peputra Supra Jaya (PSJ) di Desa Padang Luas.

Parahnya, sejumlah perusahaan membeli buah kelapa sawit para petani beragam harga per kilogramnya, mulai dari Rp2.080, Rp2.110, Rp2.280 hingga Rp2.380 per kilogram.

"Sidak pada 9 Mei 2022, untuk memastikan harga sawit para petani yang dijual ke pabrik. Benar saja, selisih harga beda jauh dengan yang sudah ditetapkan Pemerintah Provinsi Riau," ujar Bupati Pelalawan.

Kata Zukri, adanya perbedaan harga jelas merugikan para petani. Itu saya temukan perusahan tersebut membeli harga sawit di bawah standar. Padahal imbauan sudah disampaikan Gubernur Provinsi Riau, Syamsuar harga sebesar Rp3.900. Harga yang dibeli pabrik selisihnya Rp1.500 hingga Rp2.000," jelas Zukri kepada wartawan di ruangan kerjanya, pada Selasa (10/5).

Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau ini menekankan, dengan adanya temuan ini, kepada perusahan untuk meninjau kembali harga beli TBS ke para petani. Soalnya, ketimpangan harga yang sudah ditetapkan dengan kondisi di lapangan bedanya sangat jauh.

Hal itu sudah tidak benar. Untuk itu, saya meminta kepada camat, kades dan lurah untuk mengecek ke lapangan setiap hari guna mengetahui harga sawit di lapangan, bila masih ada perusahaan perkebunan sawit yang membeli sawit para petani di bawah harga standar yang sudah ditetapkan.

"Kalau ada perusahaan yang bandel masih membeli sawit dengan harga murah. Kita berikan surat peringatan kepada perusahaantersebut. Dan bila surat teguran tidak ditanggapi selama tiga kali, kita bekukan izin perusahaan tersebut. Saya minta kepada perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di "Negeri Amanah' ini ikuti aturan Pemerintah. Jangan kalian pandai merampok hak para petani," tegasnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait