Covid-19 Meningkat di Pekanbaru, Belajar Tatap Muka Ditunda

Pekanbaru, Katakabar.com - Baru berjalan satu hari yakni Senin (16/11) kemarin, belajar mengajar dengan pola tatap muka langsung kembali ditunda dalam pelaksanaannya. Ini buntut dari meningkatnya jumlah pasien positif covid-19 di Kota Bertuah itu.

"Prosesnya kita evaluasi kembali. Untuk sementara kita tunda dulu," ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Ismardi Ilyas, Selasa (17/11).

Ia mengaku belum mengetahui sampai kapan proses belajar mengajar dengan tatap muka itu akan ditunda. Lantaran langkah ini juga diambil guna menghindari terdapat klaster baru dari dunia pendidikan.

 "Diperintahkan untuk ditunda kembali hingga waktu yang belum ditentukan. Kalau keadaan sudah baik kita laksanakan kembali," terangnya.

Sebutnya, kemarin proses belajar mengajar dengan tatap muka itu sudah dilaksanakan di 23 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri yang ada di Pekanbaru. Namun memang diprioritaskan yang berada di pinggiran kota. Sebab, wilayah pinggiran selain susah jaringan seluler, masih banyak anak-anak yang kesulitan belajar online lantaran tidak memiliki smartphone.

"Langkah kita inikan memperkokoh sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).  Nah di wilayah pinggiran kota itu signal kurang bagus bahkan tidak semua siswa memiliki handphone. Misalnya di Tenayan Raya, Geringging hampir semua anak tak memiliki handphone. Jadi, PJJ kurang maksimal," tuturnya.

"Kemarin itu pelaksanaannya susah sangat bagus, siswa disiplin dan tetap melaksanakan protokol kesehatan," imbuhnya.

Ceritanya, setiap sekolah didampingi tim gugus tugas yang akan membatu sekolah dalam melaksanakan protokoler kesehatan covid-19. Sebelum masuk, siswa harus menjalani tes suhu tubuh, masker dan diarahkan untuk selalu mencuci tangan.

"Namun ini kan uji coba. Untuk sementara kita kembali menunda langkah ini," katanya.

Sementara dalam proses belajar tatap muka itu, tidak lantas seluruh siswa masuk sekolah seperti biasa. Tapi hanya 50 persen saja. Itu pun disesuaikan dengan tingkat kelasnya. Sebab, dalam sepekan tiap tingkatan kelas hanya mendapat waktu selama 3 jam.

"Bukan seperti sekolah biasa, kita hanya lakukan 3 jam. Nanti secara bergantian sesuai dengan tingkat kelasnya masing-masing," bebernya.

Begitu juga untuk mata pelajaran. Dinas Pendidikan Pekanbaru menyerahkan mata pelajaran apa yang akan disampaikan dalam tatap muka itu. 

"Mata pelajaran yang dianggap sulit bagi siswa. Misalnya matematika, IPA dan sebagainya. Pokoknya yang menjadi kebutuhan anak. Tapi jika ada pertanyaan dari pelajaran lain yang disampaikan siswa, kita juga tidak melarangnya," tandasnya.

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait