Di Pangandaran Mensos RI Gelontorkan Rp 2,3 Miliar Bantuan Logistik

  • Reporter:
  • 24 November 2019, 21:25:53 WIB
  • Nusantara

Pangandaran, katakabar.com - Di kegiatan pencanangan Kawasan Siaga Bencana di Lapangan Alun-alun Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran diikuti 1.748 orang rinciannya, Siswa Tagana Masuk Sekolah 100 orang, Tim Pengurus Kawasan Siaga Bencana 390 orang, Tagana Provinsi Jawa Barat 200 orang, Tagana Provinsi Jawa Tengah 108 orang, undangan mitra kerja 50 orang, stakeholder lainnya 100 orang serta warga masyarakat 800 orang.

Kegiatan itu dilaksanakan Lima hari lamanya dari 18 November hingga 22 November 2019 lalu. Dengan melibatkan masyarakat dan tokoh masyarakat di enam wilayah meliputi, Kecamatan Kalipucang dan Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran, Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap Jawa Tengah, Kecamatan Kesugihan, Kecamatan Buayan dan Kecamatan Ayah Kabupaten Cilacap, Jateng.

Di kutip dari Situs Resmi Kemensos RI, pada kegiatan Pencanangan Kawasan Siaga Bencana ini Mensos menyerahkan secara simbolis Bantuan Logistik senilai Rp 2,3 Miliar.

Bantuan berupa logistik terdiri dari bantuan bufferstock penanggulangan bencana untuk Provinsi Jawa Barat senilai Rp 1,1 Miliar dan untuk Provinsi Jawa Tengah senilai Rp 1,2 Miliar.

Sementara, santunan yang diberikan mencakup Makanan Anak 3.780 paket, Mie Instan 60.360 bungkus, Tenda Serbaguna Keluarga 8 unit, Tenda Gulung 980 lembar, Kasur 490 unit, Velbed 490 unit, Family Kit 490 paket, Kids Ware 490 paket, Food Ware 490 paket, Peralatan Dapur Keluarga 490 Paket, Paket Sandang 90 paket, Warepack Tagana 50 paket, Perlengkapan Tagana 50 paket.

Sebagian barang bantuan bakal diberikan ke lumbung sosial Kawasan Siaga Bencana di masing-masing wilayah yang telah dibentuk.

Warga Kecamatan Kalipucang, Rusman umur 59 Tahun mengatakan, edukasi kebencanaan dari Kementerian Sosial sangat penting bagi warga desa.

"Kegiatan ini penting dan sangat bermanfaat bagi warga desa apalagi Pangandaran pernah dilanda tsunami. Sekarang kami jadi tahu bagaimana menyelamatkan diri dan saling membantu apabila ada bencana", kata Ketua RT 01, RW 04 Dusun Cirateun, Desa Putrapinggan ini.

Dalam pada itu, Dirjen Linjamsos, Harry Hikmat menimpali, Kawasan Siaga Bencana dikolaborasikan dengan kegiatan Tagana Masuk Sekolah (TMS) sebagai edukasi bencana kepada pelajar, guru dan orangtua di sekolah yang berada di lokasi rawan bencana.

“Kawasan Siaga Bencana merupakan pengembangan dari program Kampung Siaga Bencana yang telah dilaksanakan Kementerian Sosial sejak Tahun 2010 silam", ujar Harry.

Kalau dalam Kampung Siaga Bencana edukasi dan pelatihan kebencanaan hanya dilakukan per kampung, maka kini dengan adanya Kawasan Siaga Bencana jangkauan semakin luas mencakup daerah-daerah rawan bencana yang berbatasan antar kecamatan, antar kabupaten dan atau antar provinsi.

“Dalam edukasi ini Kementerian Sosial mengembangkan Community Based Disaster Management atau Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat yang diimplementasikan dalam program Tagana Masuk Sekolah (TMS) dan Kampung Siaga Bencana", imbuhnya.

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana, Alam Rachmat Koesnadi dan Staf Ahli Menteri Bidang Aksesibilitas Sosial, Sonny W Manalu hadir.

Editor : Sahdan

Berita Terkait