Ditreskrimsus Polda Riau Sudah Dua Hari di Rohul, Soal Dugaan Kasus Dana BOK Dinkeskah!

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Penyidik Tindak Pidana Korupsi, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Riau sudah dua hari sejak Selasa (27/7) hingga Rabu (28/7) di Kabupaten Rokan Hulu.

Para penyidik Tipikor Ditreskrimsus Pold Riau melakukan pemeriksaan saksi saksi termasuk Kepala Puskesmas (Kapus) terkait perjalanan dana tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Rokon Hulu.

Di hari kedua, pada Rabu (28/7) delapan dari 23 Kepala Puskesmas (Kapus) di Kabupaten Rokan Hulu diperiksa.

Pengamatan katakabar.com di Mapolres Kabupaten Rokan Hulu, sejumlah Kepala Puskesmas beserta staf terlihat keluar masuk secara bergantian dari dan ke ruangan pemeriksaan yang dipusatkan di lantai dua Mapolres Kabupaten Rokan Hulu.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah Kapus telah dipanggil dan dimintai keterangan mengenai dana insentif tenaga kesehatan tahun anggaran 2020 yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Hingga berita kedua terbit, pihak penyidik Tipikor maupun Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto belum memberikan keterangan resmi meski wartawan katakabar.com sudah berusaha melakukan konfirmasi terkait pemeriksaan tersebut.

Salah seorang staf Puskesmas Rokan IV Koto yang tidak mau ditulis namanya saat keluar dari ruang pemeriksaan memilih bungkam saat ditanya perihal itu.

"Maaf ya Pak, silahkan tanya sama yang lain saja," jawabnya singkat sambil berlalu.

Kepala Dinas Kesehatan Rokan Hulu, dr Bambang Triono saat ditemui di kantornya membenarkan adanya pemeriksaan dari Tim Tipikor Ditreskrimsus Polda Riau.

Kadinkes Rohul saat ditanya katakabar.com seputar pemeriksaan itu, tak banyak komentar, dan menyatakan wartawan jangan mencari-cari berita yang miring. Tentang perjuangan tenaga medis perlu diberitakan.

"Jangan mencari-cari berita sensitif saja, sesekali perjuangan tenaga medis di masa pandemi ini perlu diberitakan. Kalau soal pemanggilan, ya benar ada pemeriksaan, cuma klarifikasi penyaluran insentif Nakes saja," jelasnya.

Kata Bambang, terkait pemeriksaan itu sebagai bentuk pendampingan aparat penegak hukum dalam penyaluran insentif tenaga kesehatan dalam penanganan Covid 19.

Apakah pemeriksaan tersebut sebagai tindak lanjut adanya laporan ke Polda Riau, Bambang tak mau memberikan komentar dan keterangan.

Editor : Sahdan

Berita Terkait