Dugaan Bully Dialami Siswi SMP, 2 Guru di Sumbar Dipolisikan

Pekanbaru, Katakabar.com - Dua orang guru yang bertugas di salah satu SMPN di Kecamatan Guguak Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat diadukan ke Polres Limapuluh.

Mereka diadukan salah seorang wali murid dengan tuduhan pencemaran nama baik dan bullying. Dua orang guru tersebut yakni inisial R dan E yang diduga telah mencemarkan nama baik siswinya sendiri.

Keduanya diadukan orang tua A ke Polres Lima Puluh Kota pada 15 Desember 2020 lalu. 

Menurut keterangan Kuasa Hukum korban, Benno Suveltra keduanya telah melakukan pencemaran nama baik kliennya melalui grup Whatsapp (WA). 

"Dalam percakapan itu, keduanya diduga membincangkan dan membully klien kita. Mereka diduga mengatakan bahwa klien kita sudah melakukan hubungan intim dengan pacarnya," kata Benno, Kamis (24/12).

Tak hanya itu, kedua oknum guru itu juga diduga menuding siswi tersebut sedang hamil. "Malah ada juga kata-kata yang mengatakan bahwa klien kita hamil dan akan segera menikah," imbuhnya.

Benno menyebutkan, kliennya tidak suka dengan adanya percakapan itu, bahkan merasa nama baiknya dicemarkan sehingga melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian.

"Seharusnya guru itu melindungi siswinya, bukan malah diduga membully. Bukan hanya di sosmed, tapi bully-an itu juga disampaikan ke siswi secara langsung oleh kedua oknum guru itu," kata Benno.

Saat dikonfirmasi Kaurbinops Polres Limapuluh Kota, Armi mengaku belum mengetahui pasti perkembangan perkara tersebut. Lantaran dirinya tengah bertugas di luar kantor satu pekan belakangan ini.

"Saya lagi tugas di Lembah Harau, jadi belum tahu perkembangannya pak," ujarnya melalui sambungan telepon.

Meski begitu, Armi mengatakan bahwa memang benar ada laporan dugaan bully yang dilakukan oleh dua oknum guru tersebut. Tapi menurutnya laporan yang dilakukan oleh orang tua korban buka merupakan laporan polisi namun berupa pengaduan.

"Kita sudah koordinasi dengan Kanit PPA, informasinya laporan belum turun. Kalau belum turun, maka belum ada langkah-langkah itu pak," bebernya.

Senada dengan itu, Kanit PPA Polres Limapuluh Kota, Jasmon mengatakan bahwa berkas laporan memang belum sampai di tangannya. "Belum sampai ke saya pak laporannya," singkatnya.

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait