Buka Latganda Brimob Remaja

Kapolda Riau Perintahkan Taklukkan Bukit Barisan dan Buru Perusak Hutan

Pekanbaru, katakabar.com  - Kepala Kepolisian Daerah Provinsi Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi pimpin Apel Pembukaan Latihan Berganda Bintara Remaja Sat Brimob Polda Riau di Desa Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar pada Sabtu (27/11) kemarin.

Pada kegiatan itu Karo Ops KBP Kasero Manggala, Dir Reskrimum KBP Teddy Ristiawan, Dansat Brimob KBP Dedi Duryadi beserta para Instruktur, serta 101 Bintara Remaja yang mau melaksanakan latihan berganda, turut di sana.

Sebanyak 101 anggota Brimob yang melaksanakan Latganda mesti.selalu dalam keadaan lengkap dan tidak ada yang tertinggal.

“Apapun kondisi medan yang dilalui nanti, suatu realita tugas Brigade Mobile yang berada di hutan. Kalau hutan yang ada rimbanya mesti ada manusia yang menaklukan, yakni Brigade Mobile. Menaklukan hutan bukan berarti merusak hutan, melainkan memburu orang yang merusak hutan,” tegasnya Kapolda Riau seraya membakar semangat para Bintara Remaja untuk memahami makna dari kegiatan dan memiliki kemampuan setelah melahap semua materi lapangan.

“Kita berlatih di medan sesungguhnya yang berada di hutan, seluruh perangkat latihan ini diharapkan dapat melaksanakannya dengan sebaik-baiknya, pastikan semua item dapat terselenggara. Latihan ini bukan untuk menyiksa diri, tapi untuk memberikan bekal untuk membiasakan diri dalam medan perang hutan. Jangan ragu dan mengeluh, lakukan survive dengan tetap melakukan pergerakan pasukan. Brigade Mobile mesti dapat menaklukan bukit- bukit hingga ke Bukit Barisan,” jelasnya.

Seperti yang sudah direncanakan, Satuan Brimob Polda Riau gelar Latihan berganda bagi 101 personel Bintara Remaja angkatan 45. Latihan direncanakan 3 hari lamanya, lokasinya di kawasan hutan Tanjung Belit atau Rimbang Baling Kampar Kiri. Pemilihan medan didaerah ini terkait dengan upaya pemberantasan illegal logging oleh Polda Riau dan jajaran.

Pemberatasan Ilog di Rimbang Baling

Penanganan kasus illegal logging menjadi atensi Polda Riau, tak tanggung tanggung sebanyak 100 orang personel Satuan Brimob Polda Riau dikirim ke Hutan Rimbang Baling, Kabupaten Kampar.

Pasukan elit Polri ini bertugas memburu para pelaku illegal logging yang berada di kawasan hutan konservasi suaka margasatwa.

Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menjelaskan, ini langkah kongkrit yang diambil jajarannya, untuk menuntaskan aktivitas ilegal, berupa perambahan hutan.

" Total 100 anggota Brimob kita kirim untuk penanganan lebih lanjut, sekaligus menjajal Hutan Rimbang Baling dan sekitarnya," kata Kapolda Riau, selepas melakukan patroli udara aktivitas illegal logging dengan helikopter, pada Sabtu (27/11).

Polda Riau dan jajaran gelar Operasi Illegal Logging sambungnya, sasarannya wilayah barat Riau, berbatasan dengan provinsi tetangga, Sumatera Barat, meliputi wilayah Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Rokan Hulu.

"Kita baru selesai melaksanakan pantauan udara, kita mendapatkan dan melihat aktivitas illegal logging di hutan produksi maupun kawasan konservasi. Kita pantau bagaimana aktivitas ini, sejatinya seperti apa," ulas Jenderal Polisi bintang dua tersebut.

Aktivitas illegal logging ini kata Kapolda Riau, punya korelasi dengan beberapa hal. Terkait ini, pihaknya masih menunggu kajian lebih lanjut, terutama dari hasil pantauan yang didapat.

Menyelamatkan hutan, berarti menyelamatkan kekayaan negara. Untuk itu, jajarannya mengambil langkah-langkah kongkrit penegakan hukum. Dengan begitu, diharapkan perbuatan pihak-pihak yang mengambil kekayaan negara secara illegal atau secara melawan hukum, bisa dihentikan.

"Berapa titik sudah kita ambil langkah, nanti kita sampaikan secara detil," bebernya.

Dari hasil pantauan udara, ditemukan adanya aktivitas yang mengarah ke illegal logging. Itu sebabnya, kita bakal berkoordinasi lebih lanjut dengan DLHK Provinsi Riau, mengenai kawasan yang ditetapkan sebagai hutan produksi.

"Hutan produksi ada mekanisme, ada tata caranya, ada pihak-pihak yang mungkin diberikan izin untuk mengelola hutan tersebut. Ini yang bakal kita lakukan koordinasi," cerita jebolan AKPOL 1988 silam ini.

Harapan ke depan, bagaimana hutan kita bisa terselamatkan, agar kemudian tidak mendapatkan dampak yang negatif dari kerusakan hutan. Penyelamatan hutan dulu yang kita fokuskan," tambahnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait