Soal Kasus Cabul dan Persetubuhan Anak

Kapolresta Pekanbaru: Meski Sudah Damai Proses Tetap Lanjut

Pekanbaru, katakabar.com - Kasus pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur yang ditangani Kepolisian Resor Kota Pekanbaru terus berlanjut bahkan berkas perkara sudah di kejaksaan, meski antara kedua belah pihak sudah berdamai.

Memang, para pihak antara korban dan pelaku yang terlibat dugaan pencabulan dan persetubuhan anak yang ditangani Penyidik Polresta Pekanbaru telah berdamai. Pelaku dijerat Undang Undang Perlindungan Anak dan terancam 5 tahun penjara.

"Kami meluruskan memang telah terjadi perdamaian antara tersangka dan korban. Tapi, kasus ini tetap berjalan semestinya," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pria Budi di Mapolresta, pada Sabtu (8/1) weekend lalu saat gelar konferensi pers didampingi Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto. Dimana, kedua orang tua pelaku dan korban mengatakan kasus itu berjalan setelah dilaporkan korban, AS umur 15 tahun. Hasil pemeriksaan dan penetapan tersangka, pelaku dijerat Pasal 81 dan Pasal 82 Undang Undang Perlindungan Anak.

"Kasus ini tetap berjalan. Ini kasus pencabulan dan persetubuhan anak. Sedang yang beredar soal pemerkosaan, tapi dalam bahasa hukumnya perkara cabul dan persetubuhan anak. Kita saat ini masih tunggu petunjuk jaksa. Kalau sudah dinyatakan lengkap segera kami kirimkan tersangka berikut barang buktinya," tegasnya.

Ayah pelaku, Jefri yang hadir pada konferensi pers membenarkan telah berdamai. Cuma, perdamaian dilakukan tanpa ada intervensi penyidik Polresta Pekanbaru.

"Kami sudah sepakat damai. Ini untuk kebaikan kami bersama, dari awal bukan tak mau kita berdamai, tapi memang putus kontak," ulasnya.

Soal uang perdamaian Rp80 juta, Jefri menegaskan tidak ada paksaan dan tawar menawar. Uang itu murni diberikan sesuai kemampuannya untuk biaya pendidikan korban.

"Memang sudah ada jumpa dari awal, yang jelas segitu kemampuan kita. Perdamaian itu murni kami pihak keluarga, tidak ada kepolisian dalam perdamaian itu," jelasnya lagi.

Sebelumnya, kasus dugaan penyekapan dan persetubuhan menimpa siswi SMP di Pekanbaru, AS umur 15 tahun. Korban disekap dan disetubuhi pelaku AR umur 21 tahun.

Setelah menerima laporan, polisi menetapkan AR sebagai tersangka dan ditahan pada 3 Desember 2021. Setelah enam belas hari lamanga pelaku AR ditahan, kedua orang tua sepakat berdamai pada 19 Desember 2021 lalu di salah satu kafe di Pekanbaru.

Editor : Sahdan

Berita Terkait