Kasus Karhutla, Masyarakat Sengkemang Desak Polda Riau Tahan 2 Petinggi PT DSI

Siak, katakabar.com - Sejumlah tokoh masyarakat Kampung Sengkemang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, mendesak Polda Riau melakukan penahanan terhadap dua petinggi PT Duta Swakarya Indah (DSI) terkait perkara kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Desakan itu pun dibikin berbetuk surat yang akan dilayangkan kepada Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi dan tembusan surat ke Presiden RI, Kapolri, Kejagung, KPK hingga ke Kompolnas.

"Senin pekan depan kita antar surat itu ke Polda Riau. Kita minta Pak Kapolda adil terhadap penerapan hukum bagi masyarakat. Sebab, warga kami bernama Rustam, masuk penjara setahun hanya gara-gara membersihkan lahan setengah hektare dengan cara dibakar. Sementara, kedua petinggi perusahaan tadi tak ditahan padahal sudah ditetapkan sebagai tersangka dan luas lahan perusahaan terbakar 9 hektare lebih," kata salah satu tokoh masyarakat Kampung Sengkemang, Nazaruddin kepada wartawan, di Siak, Kamis (17/9). 

Nazaruddin menjelaskan alasan lain Polda Riau harus segera menahan dua petinggi perusahaan agar masyarakat percaya bahwa penegakan hukum tidak tumpul kebawah dan menjadi efek jera bagi seluruh korporasi di Provinsi Riau.

Selain itu, kata Nazaruddin, sebagai catatan bagi Kapolda Riau bahwa sejak tahun 2016, ia dan puluhan warga Kampung Sengkemang telah berjuang mengambil kembali lahan cadangan seluas 1.800 hektare lebih yang mestinya dikelola koperasi namun digarap oleh PT DSI.

"Gegara memperjuangkan itu, sejumlah warga kami juga pernah diperiksa di Polda Riau. Walau hingga kini belum berhasil, kita akan tetap berjuang. Sebab, tahun 2016 lalu, sudah ada tanda-tangan Sekda Siak bahwa lahan cadangan itu diberikan dan dikelola oleh koperasi," kata dia.

Sebelumnya, Polda Riau menetapkan dua petinggi PT DSI, Darles dan Misno sebagai tersangka Karhutla lantaran dinilai bertanggungjawab atas kebakaran lahan perusahaan seluas 9,4 hektare di area H-19, Kampung Sengkemang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak. Namun, hingga saat ini kedua tersangka itu masih berkeliaran alias belum ditahan.

Menurut Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi kepada katakabar.com pada Jumat (11/9) lalu, di Siak, penahanan tersangka Karhutla dari korporasi ada mekanismenya.

"Soal PT DSI, ada mekanismenya. Sebab, kalau kasus korporasi kita harus tahu siapa yang harus bertanggungjawab," kata Agung waktu itu.

Kendati begitu, Agung memastikan  penegakan hukum perkara Karhutla akan terus dijalankan. Sebab, menurutnya, penomena Karhutla di Riau akan terus ada. 

Editor : Sahril

Berita Terkait