Kasus Virus Corona Capai 3.700, Korsel Tutup Gereja

Katakabar.com - Gereja-gereja ditutup di Korea Selatan pada hari Minggu (1/3), banyak yang mengadakan layanan online sebagai gantinya. Hal itu terjadi, dikarenakan pihak berwenang berjuang untuk mengendalikan pertemuan publik, untuk mengurangi penularan virus corona.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) mengatakan, ini merupakan wabah virus terbesar di luar Cina. Korban yang tewas diperkirakan sudah naik menjadi 18 orang, dari 586 infeksi virus corona (Covid-19) menjadi 3.736 kasus.

Di Seoul, sekitar selusin jemaat ditolak dari Gereja Yoido Full Gospel. Sebagai gantinya para jemaat dapat mendengarkan khutbah di YouTube.

"Saya telah mendengar tidak akan ada layanan, hanya datang untuk memeriksa ketika saya tinggal di dekatnya. Tapi ya, itu sangat kosong," kata salah satu dari jemaat, Song Young-koo, ketika dia meninggalkan gereja terbesar di Korea Selatan itu seperti yang dilansir dari Reuters.

"Ini adalah keputusan yang bijaksana untuk melakukannya secara online, karena virus akan dengan mudah menyebar di pertemuan-pertemuan massal dan gereja tidak terkecuali," ucapnya.

Pihak berwenang telah memperingatkan untuk melawan virus Corona, mereka mendesak orang untuk menahan diri dari acara keagamaan maupun politik dan tetap di rumah pada akhir pekan ini.

Diketahui, untuk pertama kalinya dalam sejarah 236 tahun, gereja Katolik Korea Selatan memutuskan menghentikan massa di lebih dari 1.700 lokasi di seluruh negeri.

Kuil-kuil Buddha juga membatalkan acara, sementara gereja-gereja besar Kristen mengadakan layanan online.

Dari kasus-kasus baru, 333 penderita berasal dari kota tenggara Daegu, lokasi sebuah gereja di pusat wabah dan 26 dari provinsi terdekat Gyeongsang Utara.

KCDC mengungkapkan, beberapa anggota gereja di Daegu itu pada Januari mengunjungi kota Wuhan, tempat penyakit itu muncul akhir tahun lalu. Pihaknya sedang menyelidiki untuk menentukan apakah perjalanan itu berperan dalam wabah yang sedang terjadi.

"Kami menelusuri kembali berapa banyak anggota yang telah pergi ke China. Prioritas utama kami adalah untuk mengetahui bagaimana virus corona telah ditransmisikan begitu luas di antara mereka," ujar Wakil Direkturnya, Kwon Jun-wook.

Ia menambahkan, pihaknya telah meningkatkan upaya mengendalikan sumber infeksi utama.

Pada konferensi pers di Seoul, sekelompok dokter dan kepala rumah sakit umum mendesak pemerintah untuk memerangi kekurangan tempat tidur setelah dua pasien meninggal dalam karantina sendiri di rumah. Gatra.com

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait