Soal Keluhan Masyarakat

Ketua DPRD: Dishub dan Satpol PP Segera Tindak Tronton Pengangkut Tanah Timbun

Pelalawan, katakabar.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan, Baharuddin, mendesak oknum pejabat maupun pihak terkait untuk menindak tegas yang telah menghacurkan jalan aspal type C.

"Mestinya truk tronton tidak lewat dan dilarang masuk. Jalan Hangtuah Sp 6 type C, itu punya kapasitas. Apalagi truk tronton bermuatan tanah timbun yang lewat, kalau begini terus tanpa ada penindakan jalan pasti hancur," tegas Ketua DPRD Pelalawan, Baharuddin kepada katakabar.com di ruang kerjanya, pada Kamis (4/3).

Kata Baharudin, Organisasi Perangkap Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Perhubungan Kabupaten Pelalawan, dan Dinas Satpol-PP mesti menindak tegas.

"Jika perlu truk tronton pengangkut tanah timbun yang masih bandel melintasi jalan Hangtuah Sp 6 dikandangkan, sebab merusak jalan," ujar politisi Partai Golkar ini.

Tidak cuma jalan Sp 6, tapi jalan kilometer 55 hingga Kualo mesti ditertibkan, lantaran sering dilalui truk berkapasitas besar. Terlepas siapa kontraktornya supaya ditertibkan, ini masalah beban tonase. Kalau nanti rusak, masyarakat menagih dan meminta perbaikan sama siapa, sudah pasti ke pemerintah.

"Ingat, menyangkut APBD kita sangat terbatas. Untuk biaya pemiliharaan sangat besar, siapa yang melanggar supaya diberikan tindakan agar memberikan efek jera, jangan ada pembiaran," imbuhnya.

Sekedar diketahui, warga kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan Riau resah. Soalnya ruas jalan poros di Ibukota 'Negeri Seiya Sekata' ditemukan rusak parah, khususnya Jalan Hangtuah Sp 6 Desa Makmur.

Di sepanjang jalan aspal aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan, ditemukan lubang dengan kedalaman 40 centimeter, sangat berbahaya bagi para pengguna jalan. Kawasaan jalan tersebut banyak pula ditemukan keretakan hingga bergelombang membuat tekstur jalan tak mampu menampung beban kendaraan melebihi tonase.

Kerusakan Jalan Hangtuah disebabkan adanya aktivitas truk tronton pengakut tanah timbun melebihi tonase. Selain jalan aspal rusak, berdampak bagi kesehatan warga disebabkan tanah yang berceceran menimbulkan polusi udara, seperti debu berterbangan.

Apalagi aktivitas galian C tanpa izin merusak jalan dan kelancaran arus lalu lintas. Kondisi ini sangat dikeluhkan dan meresahkan masyarakat setempat. 

Editor : Sahdan

Berita Terkait