Laka Maut, Musthafawiyah Purba Baru Nelangsa

Mandailing Natal, katakabar.com - Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru terletak di Jalan Lintas Barat Sumatera, persisnya di Desa Purba Baru, Kecamatan Lembah Sorik Marapi (LSM), Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, sudah Tiga hari belakangan ini nelangsa.

Pondok Pesantren yang dipimpin Mustafa Bakri nelangsa.

Suasana itu terlihat jelas selimuti raut wajah para ustadz dan ribuan santri Pondok Pesantren yang dipimpin Mustafa Bakri, dengan ciri khasnya mondok di gubuk-gubuk yang berjejer sepanjang Jalan Lintas Barat Sumatera.

Mereka nelangsa, lantaran musibah kecelakan maut angkot terjun ke jurang korbannya kebanyakan santrinya. Bahkan, Empat santri meninggal dunia saat terjadi laka maut angkot membawa santrinya rekreasi terjun ke jurang.

Masjid Jami Al Baitul Ma’mur lantai Dua dijejali para jamaah ikut salat Dua orang jenazah, Muhammad Iqbal umur 15 Tahun dan Husni umur 16 Tahun, dilaksanakan bersamaan, begitu dilansir dari laman beritahuta.com.

Setelah salat jenazaah, sekitar pukul 13.10 WIB ribuan santri ikut mengantar Dua jenazah ketempat peristirahatan terakhir.

Iring-iringan keranda yang membawa Iqbal dan Husni dari Masjid Jami Al Baitul Ma’mur diikuti para santri, guru-guru Musthafawiyah, keluarga dan masyarakat.

"Igbal dikuburkan di pemakaman Lingkungan 2, Purba Baru. Husni, putra guru Musthafawiyah Purba Baru, Jakfar disemayamkan pemakaman Lingkungan 1, pas di belakang bangunan SD setempat."

Korban meninggal lainnya, Muhammad Ansori umur 15 Tahun, dimakamkan lepas ba’da salat ashar, sebab menunggu ibunda dari Jakarta.

"Ibunda Ansori masih diperjalanan dari Padang ke Mandailing Natal. Jenazah dikuburkan setelah ibundanya tiba," ujar kerabat korban.

Cerita singkat tentang Ansori, remaja ini tinggal bersama neneknya di Lingkungan 2, Desa Purba Baru. Ayahnya meninggal saat umurnya masih bawah Lima Tahun (Balita).

Ibunya menikah sekitar Dua Tahun lalu dengan lelaki asal Sipalangka, Desa Lambah Sorik Marapi, Mandailing Natal ikut suaminya di Jakarta.

Itu sebabnya, Ansori dikebumikan belakangan dibanding Dua temannya dikuburkan lebih dulu.

Sekedar diketahui, saat musibah kecelakaan maut Tiga santri Musthafawiyah Purba Baru meninggal, tapi satu lagi santri bernama Fatur meninggal saat dirawat di Padang, korban meninggal totalnya Empat orang. Korban selamat meski luka luka akhirnya Dua Puluh Satu orang.

Angkot trayek 02 plat BB-1720-RA masuk jurang di jalan raya Desa Hutarimbaru, Kecamatan Panyabungan Selatan, Madina Tiga hari lalu saat warga sekitar melaksanakan salat berjamaah maghrib.

Angkot jurusan Pasar Panyabungan-Purba Baru, dikenderai Ahmad Riadi Tanjung alias Blek tak kerkendali saat melintas pada posisis tikungan menurun dekat RM Aek Saroga, Desa Hutarimbaru. Hening saat salat berjamaah maghrib berubah menjadi gaduh lantaran jeritan teriakan para penumpang mengerang kesakitan.

Editor : Sahdan

Berita Terkait