Mahasiswa UKI Sebut Presiden Jokowi Tak Nyalakan Lampu Motor Tidak Ditilang

Pekanbaru, katakabar.com – Dua mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta, Eliadi Hulu dan Ruben Saputra Hasiholan Nababan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Keduanya menggugat dua pasal dalam Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan.

Dalam pasal 107 ayat 2 dan Pasal 293 ayat 2 diharuskan pengendara sepeda motor menyalakan lampu pada siang hari. Menurut mahasiswa UKI, menyalakan lampu otomatis pada sepeda motor dan berjalan di gang atau tempat-tempat tertentu dapat mengganggu kenyamanan.

"Selain mengganggu masyarakat sekitar hal itu juga merupakan bentuk ketidaksopanan," kata Eliadi dikutip dari website MK, Jumat (10/1).

Selain itu, menurut pemohon, menyalakan lampu secara otomatis justru merugikan para pengendara. Sebab dapat mengakibatkan pemborosan pada aki sepeda motor.

"Hal ini tentunya sangat merugikan bagi para driver online yang sehari-hari mencari nafkah dengan menggunakan sepeda motor," ucapnya.

Eliadi Ditilang

Sebelumnya, Eliadi ditilang Polantas di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur pada 8 Juli 2019 pukul 09.00 WIB. Eliadi ditilang karena lampu sepeda motornya tidak menyala.

Saat terkena tilang, dia menyebut sempat mengajukan protes terkait aturan menyalakan lampu saat siang hari. Saat dijelaskan, Eliadi tak puas dengan alasan petugas lalu lintas.

"Sebagai mahasiswa Fakultas Hukum yang merupakan generasi penegak hukum di Republik ini, maka sudah kewajiban pemohon untuk mengkritisi setiap norma yang tidak bermanfaat dan tidak sesuai dengan UUD dan berpotensi merugikan dan meresahkan masyarakat luas," jelasnya.

Melanggar Asas Kesamaan di Mata Hukum

https://cdns.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2020/01/10/1139576/paging/540x270/melanggar-asas-kesamaan-di-mata-hukum.jpg

Eliadi lalu mencontohkan Presiden Joko Widodo yang melakukan hal serupa, tetapi tidak ditilang. Hal itu dilakukan Jokowi pada Minggu 4 November 2018, pukul 06.20 WIB.

"Jokowi mengemudi sepeda motor di Jalan Sudirman, Kebun Nanas, Tangerang, Banten dan tidak menyalakan lampu utama sepeda motor dikemudikannya, namun tidak dilakukan penindakan langsung (tilang) oleh pihak kepolisian," kata Eliadi dalam berkas permohonannya.

Menurut Eliade, seharusnya setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum. "Hal ini telah melanggar asas kesamaan di mata hukum (equility before the law) yang terdapat dalam Pasal 27 UUD 1945," tandasnya.

Jokowi Naik Motor ke Pasar Anyar

https://cdns.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2020/01/10/1139576/paging/540x270/jokowi-naik-motor-ke-pasar-anyar.jpg

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggeber motor barunya saat blusukan ke Pasar Anyar, Tangerang, Banten. Jokowi tak sendiri, dia dikawal Paspampres.

"Pengen aja nyoba motor baru, tarikannya bagus," ujar Jokowi di Pasar Anyar, Tangerang, Banten, Minggu (4/11).

Awalnya, iring-iringan rombongan Jokowi yang akan menuju Pasar Anyar mendadak berhenti tak jauh dari Hotel Atria, tempatnya menginap.

Kemudian, mantan Wali Kota Solo itu turun dari mobil kepresidenan dan menuju ke sepeda motornya. Dengan berjaket merah, ia bersiap-siap sambil mengenakan helm dan sarung tangan.

Dijaga Ketat Paspampres

Sejumlah Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) juga bersiap Mereka mengawal Jokowi dengan sepeda motor.

Jokowi mengaku, tidak terlalu kencang saat mengendarai sepeda motornya. Kecepatannya berkisar 30 sampai 40 kilometer per jam.

"Kita pengen nyoba beberapa genre sepeda motor yang ada," ucap Jokowi.

 

Naik Motor ke Balai Kota Tangerang

Seusai meninjau Pasar, Presiden kembali menunggangi sepeda motornya menuju lokasi selanjutnya. Yaitu Balai Kota Tangerang untuk melakukan senam.

Motor yang ditunggangi Presiden kali ini, merupakan motor Kawasaki W175 yang telah dimodifikasi menjadi model tracker berwarna hijau, dan terdapat tulisan Jokowi di tangki bensinnya.

Awal Pesan Motor Custom

Pemesanan motor custom itu berawal saat Jokowi mengunjungi pameran Otobursa Tumplek Blek 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada 21 Juli 2018. Saat itu, Jokowi sempat singgah ke stan Katros.

Katros kemudian diminta menyelesaikan motor tersebut dalam waktu kurang dari seminggu.

Motor custom bergaya street tracker ini pun yang pertama dimiliki Jokowi. Mantan Wali Kota Solo itu sebelumnya sudah mengoleksi motor custom bergaya chopper buatan Elder Garage.

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait