Manjakan Pelanggan, BUMD Tuah Sekata Buka Call Center

Pelalawan, katakabar.com - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata Kabupaten Pelalawan manjakan para pelanggannya, lewat layanan call center, menerima pesan singkat, WhatsApp Nomor Handphone 0853 8900 0789.

Call center BUMD Siaga Listrik 085389000789 dan WhatsApp ini, gunanya untuk meningkatkan pelayanan dan pengaduan masyarakat secara langsun tentang keluhan listrik BUMD.

"Apapun laporan keluhan yang disampaikan warga segera dilanjutkan pihak operator kepada Divisi Jaringan, dan menindak lanjuti laporan soal gangguan ataupun persoalan lainnya yang dihadapi konsumen terhadap listrik yang dikelola oleh BUMD Tuah Sekata."

Selama ini, upaya sudah dilakukan lewat call center, cuma kurang diberdayakan atau tidak berjalan optimal, ujar Direktur BUMD Tuah Sekata Kabupaten Pelalawan, Tengku Efrisyah Putra kepada katakabar.com.

Pria disapa akrab Putra ini menjelaskan, kalau sebelumnya, konsumen listrik BUMD banyak yang bingung dan bertanya-tanya soal keberadaan call center untuk pengaduan langsung. Sekarang saatnya, kita berdayakan secara maksimal. Konsumen segera bisa melaporkan apa saja gangguan kelistrikan secara langsung.

Tak cuma itu, informasi apapun yang dibutuhkan terkait listrik BUMD segera dijawab. Pelayanan listrik mesti maksimal ke depan, sehingga warga tak perlu lagi bingung. Segera lapor ke nomor 0853-8900- 0780,” imbaunya.

Masih Tengku Putra, Badan Usaha Milik Daerah Tuah Sekata Kabupaten Pelalawan berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan yang maksimal kepada para konsumen.

Komitmen pula meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), salah satunya dengan melakukan efisiensi  di bidang listrik yang kini dikelola sebesar 7,75 MW dengan 9 ribu lebih pelanggan. Bahkan BUMD Tuah Sekata berkomitmen mengembangkan usaha yang potensial untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Pelalawan.

BUMD Tuah Sekata mudah-mudahan bisa menjawab tantangan ke depan, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjadi sumber PAD.

"Apalagi BUMD untuk tahun 2021 menargetkan PAD sebesar Rp6,05 Miliar," tandasnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait