Ulah Tronton Pengangkut Tanah Timbun

Masyarakat Sp 6 PK Resah, Desak Dishub Pelalawan Segera Tindak Tegas

Pelalawan, katakabar.com - Masyarakat Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, resah. Soalnya banyak ruas titik badan jalan poros di Ibukota 'Negeri Seiya Sekata' ditemukan mengalami kerusakan parah, khususnya di bilangan Jalan Hangtuah SP 6 Desa Makmur.

Sepanjang jalan aspal asetnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan, ditemukan lubang dengan kedalaman 40 centimeter, sangat bahaya bagi para pengguna jalan. Bahkan di jalan tersebut ditemukan keretakan hingga bergelombang disebabkan tekstur jalan tak mampu menampung beban kendaraan melebihi tonase daya dukung jalan.

Seorang warga Desa Makmur, Arman kepada katakabar.com pada Rabu (3/3) mengatakan, banyaknya jalan berlumbang, retak-retak, serta bergelombang sepanjang Jalan Hangtuah Sp 6 dipicu kenderaan berat, seperti truk tronton yang melintasi di Jalan Hangtuah bermuatan tanah timbun.

"Sudahlah merusak jalan, truk tronton membawa tanah timbunan keluar debu, sehingga mengganggu aktivitas warga sekitar dan membahayakan pengguna jalan."

Selain berdampak bagi kesehatan disebabkan tanah yang berceceran, saat dilindas debu berterbangan. Aktivitas galian C dinilai tak kantongi izin merusak jalan dan kelancaran arus lalu lintas. Kondisi ini sesungguhnya yang sangat dikeluhkan warga tempatan.

"Aktivitas truk tronton pengangkut tanah berbahaya bagi kesehatan, jalan pun rusak disebabkan bermuatan melebihi tonase daya dukung jalan. Tak cuma itu, pengerukan tanah sebabkan dampak buruk bagi masyarakat dan Pemkab Pelalawan."

Itu sebabnya, kami mendesak instansi terkait segera tertibkan truk tronton tersebut. Ingat, jangan tunggu korban jiwa dulu, baru aktivitas kendaraan berat perusak jalan ditertibkan," tegasnya.

Kata Arman, faktor lain sebabkan kerusakan jalan aspal lantaran lemahnya pengawasan jalan yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Pelalawan. Sehingga anggaran daerah (APBD) yang terbuang mubazir untuk melakukan perbaikan jalan yang rusak disebabkan aktivitas truk tronton pengangkut tanah tanpa kendali.

"Kami minta Pemerintah Kabupaten Pelalawan lewat Dinas Perhubungan menindak truk tronton pengangkut tanah timbunan diperkirakan melebihi tonase berkisar 25 hingga 35 ton, jangan terkesan tutup mata," tandasnya

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pelalawan, Syafruddin bye selulernya, mengenai keluhannya masyarakat Desa Makmur di sepajang Jalan Hang Tuah yang dilewati truk tronton pengangkut tanah timbun pelit bicara.

"Sudah ada laporan, dari semalam anggota sudah ke lokasi melihat aktivitas di sana , saya ada rapat di kantor Bappeda," ujarnya singkat

Dari pengamatan di lapangan media truk berat pengangkut tanah timbun jenis tronton melintas dari pagi hingga menjelang sore.

Editor : Sahdan

Berita Terkait