Menag RI: Batal Nikah di Luar KUA Biaya Bisa Dikembalikan

Jakarta, katakabar.com - Selama masa pandemi Covid-19Kementerian Agama Republik Indonesia cuma melayani pencatatan nikah di Kantor Urusan Agama. 

Bagi calon pengantin yang sudah menyetor biaya nikah di luar KUA ke kas negara, dapat mengajukan pengembalian, kata Menteri Agama Republik Indonesia, Fachrul Razi saat rapat virtual dengan Komisi VIII DPR RI, di Jakarta, Dua hari lalu, seperti dikutip dari Situs Resmi Kemenag RI.

"Kemenag RI hanya melayani pencatatan pernikahan di KUA. Bagi para calon pengantin yang telah mendaftar untuk melakukan pencatatan nikah di luar KUA dan telah menyetor biaya pencatatan biaya nikah sebesar Rp600 ribu ke kas negara, diantisipasi dengan mengembalikan biaya pencatatan nikah," tegas Fachrul Razi.

Dijelaskan Fachrul, saat ini calon pengantin cuma bisa mengajukan pendaftaran pencatatan nikah secara online, lewat laman simkah.kemenag.go.id.

"Pelaksanaan pencatatan nikah setelah  1 April 2020 ditiadakan. Bagi Catin yang mau mendaftarkan pencatatan nikah tetap dapat melakukan pendaftaran secara daring dan pelaksanaan akad nikah tidak dalam masa Covid-19. Berarti dilayani setelah selesai masalah wabah Cobid-19," ujarnya.

Tak cuma itu, layanan di KUA Kecamatan bakal ditiadakan. Hal itu dilakukan untuk mengurangi potensi kontak jarak dekat dan menciptakan kerumunan.

"Layanan di KUA Kecamatan, seperti bimbingan perkawinan bagi Catin, konsultasi perkawinan, bimbingan manasik dan bimbingan keagamaan lainnya yang berpotensi menjalin kontak jarak dekat sera menciptakan kerumunan ditiadakan," bebernya.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin menimpali, calon pengantin yang mau mengajukan pengembalian biaya nikah, dapat mengunduh surat permohonan di laman bimasislam.kemenag.go.id.

Berikut ini persyaratan yang perlu dilengkapi calon pengantin untuk mengajukan pengembalian biaya nikah, Permohonan hanya dapat dilakukan oleh salah satu calon pengantin, Surat permohonan pengembalian setoran yang ditandatangani di atas materai materai, Fotokopi bukti pendaftaran nikah model N2 yang dilegalisir oleh Kepala KUA Kecamatan,

Terus, Fotokopi Bukti Penerimaan Negara (BPN)/Bukti Transfer yang dilegalisir KUA Kecamatan, Fotokopi KTP kedua calon pengantin,
Fotokopi buku rekening tujuan pengembalian Pemohon (rekening harus aktif serta fotokopi harus terang dan jelas), Fotokopi NPWP Pemohon (jika ada) dan Nomor telepon pemohon yang bisa dihubungi. 

Persyaratan tersebut dikirimkan ke Direktorat Jenderal Bimas Islam, dengan alamat: Gedung Kementerian Agama Jalan M.H.Thamrin Nomor 6 Lantai 6, Jakarta Pusat, sebutnya.

 

 

 

Editor : Sahdan

Berita Terkait