Pembagian Mi Instan Warnai Kampanye Pilkades di Tangerang

Pekanbaru, katakabar.com - Sejumlah desa di Tangerang menggelar pemilihan umum kepala desa (Pilkades). Masa kampanye sudah dimulai. Di Desa Kemuning, Kecamatan Legok, diwarnai politik mi instan.

"Baru hari pertama kampanye, salah satu tim paslon telah berbuat curang. Jelas tim calon membagi-bagikan paket mi instan kepada masyarakat, sambil memberikan contoh kertas suara bergambar calon yang direkomendasikan," ucap Tokoh pemuda Kemuning, Muhamad kepada wartawan, Senin (25/11).

Dia dan masyarakat Kemuning berharap panitia pengawas bertindak tegas. "Panwas harus tegas, harus berani menindak. Dan jangan malah berpihak," tegas Muhamad.

Sedikitnya 1.840 personel Kepolisian Resor Kota Tangerang disiapkan mengamankan kampanye Pilkades, Senin (25/11). Polisi yang disiagakan dalam pelaksanaan Kampanye ini dilarang membawa senjata api.

Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, pengamanan kampanye Pilkades mulai berlaku sampai Rabu (27/11).

"Anggota yang berjaga di desa dilarang membawa senjata api atau yang berpeluru tajam," kata Ade Ary Syam Indradi saat Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan Pilkades dalam Operasi Gemilang Kalimaya di Lapangan Maulana Yudhanegara.

Ade memastikan, pasukan yang disebar untuk 92 desa dengan 363 calon kades itu tidak membawa senjata api.

Ditegaskan dia, pasukan pengamanan jajaran Polresta Tangerang yang diterjunkan untuk mengamankan masa kampanye sebanyak 1.840 personel, yang terdiri dari 340 personel Polsek, 352 personel polres, 848 BKO Polda Banten, dan 300 personel Brimob.

"Skema pengamanan 1 desa dijaga 17 polisi. Sedangkan brimob tiap polseknya 1 pleton atau 30 anggota," kata dia.

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait