Penderita Batu Empedu yang Mondar-mandir ke Rumah Sakit

Binjai|Katakabar.com 

Menih (58) warga Jalan Gaharu, Kelurahan Jati Makmur, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara, yang didiagnosa penyakit batu empedu kondisinya semakin memburuk. 

Upaya pengobatan yang dilakukannya terseok-seok lantaran sejumlah Rumah Sakit di Sumut diduga tak serius menerima pasien penderita penyakit batu empedu kolesterol dan batu empedu pigmen. 

Bukan tanpa upaya, rangkaian pengobatan ke Rumah Sakit pun telah ditempuh. Namun apa daya, karena menurut keluarga Menih pihak Rumah Sakit malah 'membola-bolakannya'. 

Akibatnya, gejala penyakit Batu Empedu yang diderita Menih semakin menjadi-jadi. Apalagi, berdasarkan keterangan Anak Bungsunya Mitsumi Satri Handayani (40), perut ibunya sempat membuncit. 

"Kondisi ibu semakin buruk. Sudah beberapa kali dibawa ke RS, tapi  belum ada kepastian sikap dari pihak RS terkait penanganan lebih lanjut atas penyakit yang diderita ibu saya, " beber Mitsumi Satri Handayani. 

"Ibu saya pernah bolak-balik dirujuk hingga berpindah - pindah Rumah Sakit. Namun beberapa RS  terkesan kurang serius menangani kondisinya. Janganlah dibeda-bedakan penanganan antara yang mampu dan kurang mampu," tambahnya lagi. 

Penderitaan Menih tak sampai disitu, Mitsumi membeberkan, ibunya sempat bolak balik dirujuk hingga berpindah - pindah Rumah Sakit. Namun beberapa RS  menurutnya terkesan kurang serius. 

"Sedih rasanya melihat ibu harus mondar mandir dirujuk. Dari RS Kesrem Binjai kami dirujuk ke rumah sakit Murni Teguh, sampai Murni Teguh dirujuk lagi ke RS Imelda, dari RS Imelda dirujuk lagi ke RS Murni Teguh, tapi tak satupun dokter yang berusaha mengoperasi penyakit ibu saya," keluh Mitsumi. 

Ironisnya, menurut Menih pada saat dirujuk yang kesekian kalinya ke RS Murni Teguh, pihak RS menyarankan pasien untuk segera pulang, dengan alasan tidak sanggup. "Saat rujukan kedua di RS Murni Teguh, ibu saya dicek dan dipulangkan dengan alasan tidak sanggup," ujarnya lagi. 

Pihak keluarga tidak putus asa dan kembali membawa Menih ke RSUD Djoelham Binjai dengan mengandalkan fasilitas Kartu Indonesia Sehat. 

"Selama dirumah ibu mengeluh sakit, akhrinya kami sekeluarga memutuskan bawa ibu ke RS Djoelham, satu malam disana ibu dirujuk lagi ke RS Adam Malik lantaran kata pihak RS alat operasi di Djoelham tidak lengkap," katanya. 

Nasib kurang beruntung yang dialami Menih seakan tak ada habisnya. Anak bungusunya, Mitsumi mengatakan bahwa pihak RS Adam Malik menyuruh ibunya untuk pulang pada Kamis (28/4) malam. 

"Iya ibu disuruh pulang dengan alasan gak ada dokter atau perawat lantaran mau menjelang Lebaran. Akhirnya ya kami bawa lagi pulang ke Kota Binjai," katanya. 

Mitsumi mengharapkan adanya atensi dan kerendahan hati bagi siapapun yang tau kondisi  ibunya. "Ya kami berharap adanya hati nurani agar kondisi ibu kami dapat segera ditangani," tegas dia.

Editor : Dedi

Berita Terkait