Perampok Bertopeng di Pekanbaru Gasak Kantor Ekspedisi

Pekanbaru - Empat orang kawanan rampok bongkar kantor PT Alam Jaya Wira Sentosa yang beroperasi di jalan Siak II, KM 18 Umban Sari, Rumbai. Dari aksi yang diketahui dilakukan pada Senin (9/3) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari itu, kawanan ini berhasil bawa kabur uang senilai Rp154 juta rupiah.
 
Untuk memuluskan aksi mereka tersebut, salah seorang satpam bernama Zamzi Rizal (50) dan supir ekspedisi bernama Erwin yang berada di lokasi diikat oleh kawanan rampok yang diketahui menggunakan topeng itu.
 
Kapolsek Rumbai, Iptu Viola saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya kejadian itu. Malah bukan hanya diikat kedua tangannya, kedua kaki dan mata kedua orang yang berada di lokasi itu juga ditutup kedua matanya.
 
Dirincinya, perkara curas itu terjadi ketika satpam di TKP, Zamzi Rizal yang sedang bermain handphone. Tiba- tiba pintu pos security tempatnya berjaga didobrak dan dimasuki empat orang.
 
"Pelaku langsung menyergap dan salah satu dari pelaku infonya membawa sebuah linggis," terangnya.
 
Bukan hanya Zamzi, Erwin yang menumpang tidur di pos itu juga tak luput dari sergapan empat rampok itu.
 
"Kedua korban merasa takut diancam akan ditembak, jadi mereka berdua hanya diam saja dan tidak berani melawan," bebernya.
 
Setelah terikat, satpam dan supir itu di bawa pelaku menuju kantin yang terletak di belakang kantor itu. Dan kemudian mengikat kaki keduanya.
 
"Pelaku lalu masuk dan membobol dinding brankas tempat penyimpanan uang menggunakan mesin gerinda. Dimana dalam brankas itu terdapat yang sebanyak Rp154 juta yang raib di bawa pelaku," bebernya.
 
Berhasil mendapatkan incarannya, para perampok tersebut lantas melarikan diri. Sedangkan sekitar 06.20 wib pagi kedua saksi tari berhasil melepaskan ikatan menggunakan kain itu. Kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Rumbai.
 
"Kita sudah olah TKP, kita juga amankan barang bukti seperti lakban, kain yang digunakan untuk mengikat saksi, serta cctv yang telah dirusak pelaku. Kita saat ini sedang lakukan penyelidikan," tutupnya.
Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait