Pisahkan Teman Berkelahi, Pelajar di Kampar Tewas Dipukul

Pekanbaru, katakabar.com - Niat hati Rendi Kurniawan (17) hendak mendamaikan tamannya yang berselisih paham namun malang menimpanya. Pelajar SMK 1 di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, ini tewas dibantai pakai kayu.

 

“Peristiwa Itu terjadi di Jalan Kaharudin Nasution, tepatnya dekat Warnet Army Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukitraya Pekanbaru. Korban sempat dirawat RSUD selama 2 hari, dan meninggal dunia pada Jumat 3 Januari 2020, sekira pukul 17.30 WIB," ujar Kabag Humas Polresta Pekanbaru Ipda Budhia Dianda Sabtu (4/1).

 

Budhi menyebutkan, dari keterangan sejumlah saksi, awalnya korban sedang main di warnet bersama temannya Anggi. Saat asyik bermain, temannya yang lain Firki yang semula di luar warnet berkumpul bersama teman lainnya, masuk dan memberitahukan kepada Rendi bahwa dia kena tendang.

 

Mendengar hal tersebut, Anggi dan Rendy keluar warnet, kemudian korban menanyakan kepada Firki ada permasalahan apa. Lalu dijawab oleh Firki, "Dia ada salah chat ke Aldi."

 

Kemudian Peri pergi ke Warnet Plus memanggil Aldi untuk menyelesaikan masalah. Tak lama kemudian datang Aldi bersama Deni serta tiga orang lainnya.

 

Rendy sempat menanyakan kepada Aldi, apa masalahnya dan ingin berdamai saja. Hal tersebut didamaikan Aldi. Tetapi tersangka Deni tidak mau, Rendy pun tidak senang dan terjadilah perkelahian. Namu mereka berdua dipisahkan.

 

“Setelah dipisahkan datang Jeki menayakan ada kejadian apa ini, pada saat itu Deni mengaku dikeroyok. Saat itu juga Deni memukul kepala Rendi sebanyak 2 kali dengan kayu mengenai kepala bagian kiri hingga korban tumbang,” jelasnya.

 

Tak sampai di situ, ketika korban tumbang Deni kembali memukul sebanyak 3 kali pada bagian badan sebelah kiri, kemudian Deni membuang kayu dan pergi meninggalkan korban.

 

Sejumlah teman Rendi mengangkatnya ke dalam warnet dan diberi minum. Karena korban merasa sakit dan tidak tahan, lalu dibawa ke Rumah Sakit Safira. Setelah sampai dan diberi perawatan, korban dipindahkan ke rumah RSUD dan meninggal dunia di sana.

 

Kemudian polisi melakukan penyelidikan dan mencari pelaku pemukulan terhadap korban.

 

Tersangka penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia itu akhirnya tangkap di dalam mobil truk yang parkir di SPBU Pematangreba Kabupaten Inhu,” pungkasnya.

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait