Polda Riau Tunggu Pelimpahan Kasus Dugaan Pembunuhan Pengusaha Batam

Pekanbaru, Katakabar.com - Seorang pengusaha Batam, H Jumhan atau lebih dikenal dengan Haji Permata tewas ditembak petugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan Indragiri Hilir atas dugaan penyelundupan 7,2 juta batang rokok ilegal. 

Tak terima, keluarga Haji Permata melaporkan petugas Bea Cukai ke Polda Kepulauan Riau. Kejadian tersebut berada di perairan Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

Meski keluarga Permata telah membuat laporan ke Polda Kepri, tak jauh dari domisilinya. Namun, lokasi kejadiannya berada di wilayah hukum Polda Riau. 

Karena itu, Polda Riau menunggu pelimpahan kasus dugaan pembunuhan itu dari Polda Kepri.

"Untuk LP (laporan polisi) dari pihak keluarga H Permata sudah dibuat di Polda Kepri. Untuk Polda Riau sampai dengan saat ini masih belum mengetahui secara jelas posisi kasusnya seperti apa," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Teddy Ristiawan Minggu (17/1).

Teddy menyebutkan, semua saksi yang mengetahui kejadian pada saat penembakan, langsung betangkat ke Batam untuk mengantar jenazah Permata. 

"Kita masih menunggu kehadiran para saksi dari Batam," kata perwira menengah jebolan Akpol 1999 itu.

Teddy belum mengetahui persis kejadian tersebut karena belum mendapat keterangan dari saksi.

"Jadi untuk kronologisnya yang pasti seperti apa kita masih belum terlalu monitor. Kalau sudah ada gambaran terbaru saya sampaikan ya," tandasnya.

Menurut informasi, penembakan itu dialami Permata saat berada di tengah laut. Permata diduga ikut menyelundupkan ratusan dus rokok ilegal. Dia ditembak sampai tewas karena mengalami luka sejumlah tembakan di dadanya.

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait