Presiden RI: Minimal Yang di Ekspor Setengah Bahan Jadi ke Depan

  • Reporter:
  • 12 Januari 2020, 14:54:47 WIB
  • Nusantara

Jakarta, katakabar.com - Untuk menyelesaikan masalah defisit transaksi berjalan yang sudah bertahun-tahun lamanya, pemerintah bakal melakukan transformasi ekonomi ke depan. 

“Ekonomi yang sudah bertahun-tahun berbasis pada komoditas yang  selalu di ekspor berupa, bahan-bahan mentah dan raw material. Ke depan semuanya di olah minimal setengah jadi atau barang jadi lewat hilirisasi industri. Ini transformasi ekonomi yang bakal dilakukan ke depan," kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan di acara Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 47 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), di Hall B, Jakarta International Expo, Jakarta, di pekan kedua Januari 2019 lalu,  

Dilansir dari Situs Resmi Setkab RI, Presiden mencontohkan, CPO (crude palm oil) atau minyak kelapa sawit. Indonesia saat ini punya 13 Juta hektar kebun kelapa sawit, dimana produksinya kurang lebih 46 Juta Ton per Tahun. 

“Apa yang mau saya sampaikan? Jangan lagi kita mengekspor CPO ini terus-terusan. Sudah saatnya di ubah kepada barang setengah jadi atau barang jadi. Ini yang mesti  dilakukan, kalau tidak, kita selalu dimain-mainin pasar.” ujar Presiden RI.

Presiden tidak mempersoalkan, bila Uni Eropa memunculkan isu tidak ramah lingkungan tidak membeli CPO.  Lantaran Indonesia sekarang sudah menjadikan CPO menjadi B20 (Biodiesel 20) dan B30. 

“Bayangkan dengan menjadikan CPO ke B30, kita menghemat kurang lebih Rp110 Triliun per Tahun, nantinya kalau sampai kepada B50, saya enggak bisa menghitung, pasti lebih dari Rp200 Triliun. Bayangkan pula, kalau nanti masuk B100,  Indonesia tidak mengimpor minyak lagi," jelasnya. 

Begitu dengan nikel ore, jika selama ini selalu diekspor sebagai bahan mentah. Sejak Januari lalu ekspor nikel ore sudah dihentikan, lantaran strategi besar Indonesia ke depan mau menjadikan nikel menjadi baterai litium, bisa dipakai untuk mobil listrik. 

Transformasi ekonomi ini tidak mudah dan cukup berat serta sulit. Tapi, kalau negara tidak memiliki strategi ekonomi dan strategi bisnis besar dalam rangka merancang sebuah pembangunan jangka panjang, Indonesia bakal terus menjadi eksportir bahan mentah. 

Untuk itu, riset terus dilakukan agar nanti yang namanya lithium battery dalam 2 hingga 3 Tahun ke depan bakal ketemu.  Dimana harganya punya tingkat ekonomi yang bisa diterima oleh pasar,” tegasnya.

Masih Joko Widodo, Pemerintah merencanakan untuk menghentikan ekspor bahan mentah untuk komoditas lain seperti, bauksit, timah, batu bara dan kopra. 

“Ingat kopra, minyak kelapa itu bisa dijadikan avtur. Ini sudah hampir ketemu. Kalau ini ketemu lagi artinya sudah, semua pesawat akan kita ganti dengan minyak dari kelapa yang dihasilkan oleh rakyat kita Indonesia."

Intinya, seperti yang dikatakan Bung Karno dalam Trisakti, Indonesia harus berdikari di bidang ekonomi sehingga tidak mudah ditekan siapa pun dan Indonesia mandiri dan berdaulat dalam politik. 

“Itu yang diajarkan Bung Karno, Trisakti, ‘berdaulat dalam bidang politik’, ‘berdikari di bidang ekonomi’, dan ‘berkepribadian dalam berkebudayaan’,” sebutnya.

 

 

 

 

Editor : Sahdan

Berita Terkait