Prof Suyitno Ditunjuk Jadi Plt Rektor UIN Suska Riau

Pekanbaru, Katakabar.com - Seiring diberhentikannya Prof Akhmad Mujahidin dari jabatannya sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Kementrian Agama RI tunjuk Prof Suyitno sebagai Penggantinya. Kini Ia menjabat sebagai Pelaksana Tugas (PLT) universitas yang beroperasi di jalan HR Soebrantas itu.

Penunjukan itu dibenarkan Suyitno saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (28/11). " Benar, saya sudah terima SK itu pada tanggal 25 November kemarin," tuturnya.

Seiring dengan penunjukan ini, Suyitno komitmen akan menjalankan amanah yang ditemukan dipundaknya. "Untuk awal ini saya akan lihat terkait serapan anggaran dan juga kinerja yang ada di dalam," katanya. Saat ini memang saya baru berkoordinasi lewat rekan-rekan di sana sesuai dengan bidangnya," ujarnya.

Untuk memaksimalkan terus berjalannya seluruh kegiatan di UIN Suska itu, dirinya akan berpedoman dengan regulasi yang ada. Dirinya juga sempat diingatkan oleh Mentri Agama untuk tetap menegakkan aturan yang ada. Hal itu seiring dengan berhembusnya kabar terdapatnya dukungan dari beberapa pihak dalam tubuh managemen UIN Suska yang mendukung rektor lama Akhmad Mujahidin.

"Tidak ada alasan kita untuk membangun friksi. Karena, semua teman-teman di UIN Suska, saya yakin sangat cinta lembaganya walaupun cara mencintainya itu dengan caranya masing-masing," bebernya.

"Saya akan ajak teman-teman bersama-sama berdiskusi, sharing pendapat. Tentu saya ingin juga mendengar pendapat teman-teman, karena bagaimanapun kita berbeda tapi lembaga diatas segalanya," imbuhnya.

Sementara, disinggung terkait pemberhentian Akhmad Mujahidin lantaran pemberhentian karena lemah kontrol atas administrasi dan persoalan penempatan pejabat yang tak pas, Suyitno mengaku tak mau ikut campur. Menurutnya itu kewenangan inspektorat.

"Memang hal-hal yang perlu kita ajak rembug bersama dan diskusi bersama dengan teman-teman. Sebab saya juga punya kewajiban memastikan bahwa segala hal menyangkut tatakelola administrasi, kekuangan dan macam-macam harus on the track. Ini tugas yang mungkin tidak ringan," bebernya.

Meski begitu pihaknya akan melihat terlebih dahulu beberapa hal yang selama ini dicurigai untuk kemudian dibenahi bersama managemen.

Ceritanya, dia akan menjabat Plt selama 6 bulan kedepan. Dimana di merencanakan untuk terus berkonsolidasi secara internal. Kemudian membentuk panitia dan menjaring rektor baru.

"Saat ini kita fokus dulu kepada beberapa hal yang patut diduga-diduga tadi. Kalau ini belum beres lalu saya buat suksesi, nanti hasilnya tak bagus," ujar pria yang juga menjabat sebagai Direktur PTKI itu.

Lebih lanjut dijelaskan, pemberhentian rektor sebelumnya bukan merupakan kepentingan personal tapi atas kepentingan kelembagaan dan semuanya sudah dimulai dengan investigasi oleh pihak inspektorat. " Kalau tidak ada hal-hal yang bersifat investigatif, tentu tidak perlu ada pemberhentian," jelasnya.

"Untuk mengantisipasi kejadian-kejadian seperti ini, saya sebagai Direktur PTKI dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan dengan seluruh rektor PTKIN. Ini bertujuan untuk menyadarkan kepada rektor bahwa tugas tidak hanya soal akademik. Tapi juga hati-hati mengelola keuangan negara ," tambahnya.

Menurutnya, rektor harus tahu dan meluangkan waktu untuk belajar tata kelola keuangan yang baik. Problemnya kadang memang rektor itu lupa bahwa tugasnya bukan urusan akademik semata, tapi juga sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) negara.

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait