PT SBP Tidak Ada Pungli ke Pangkalan Gas 3 Kilogram

Binjai|Katakabar.com 

Sejumlah media elektronik yang menyebutkan PT SBP diduga melakukan pungutan liar kepada sejumlah pangkalan gas LPG 3 kilogram bersubsidi di bawah naungannga, hal tersebut tidak benar. Akibatnya, pemberitaan yang bergulir itu dinilai telah mencemarkan nama baik perusahaan. 

Hal tersebut disampaikan Kuasa Hukum PT SBP, Julheri Sinaga dari Law Office IMR and Associated kepada wartawan di Binjai, Sabtu (1/1). "Ada kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap pangkalan dalam membuat laporan dan menyiapkan dokumen yang akan diserahkan Pertamina melalui agen,” ujarnya. 

Ia menjelaskan, setiap pangkalan menyiapkan atau membuat laporan harian tentang penjualan, dokumen pembelian dan lainnya. Katanya, berkas iyu akan digandakan dan setiap bulannya harus diserahkan tepat waktu kepada agen sebagai induk dari pangkalan. 

Namun, ia bilang, banyak pemilik pangkalan yang lalai lantaran dokumen yang dilengkapi harus diperbantak hingga beberapa rangkap. Singkat cerita, PT SBP selaku agen yang merupakan induk mereka yang menggandakan laporan maupun dokumen itu sesuai dengan ketentuan. 

"Jika tidak sesuai ketentuan, maka kuota pangkalan tersebut bisa diputuskan kemitraannya karena penentuan kuota berdasarkan sajian laporan. Hal tersebut tentu tidak hanya merugikan pemilik pangkalan saja, tetapi masyarakat miskin selaku pengguna LPG 3 kilogram juga akan terkena dampaknya karena tidak dapat pasokan ke wilayah tempat tinggal mereka," bebernya. 

Dalam menggandakan laporan dan dokumen ini, menurutnya, telah disepakati biaya untuk fotocopy, materai, scan dokumen dan lainnya. Karena itu, PT SBP yang telah bantu pangkalan dalam menggandakan laporan dan dokumen itu, pemilik pangkalan dikenakan biaya dan hal tersebut telah disepakati. 

"Mengenai hal ini telah disepakati antara pangkalan dengan agen yang disesuaikan dengan banyaknya berkas yang digandakan.
Jika untuk pangkalan dengan alokasi sedang, maka biayanya lebih kecil dan jika pangkalan dengan alokasi besar, maka bebannya tentu juga akan besar. Dan semua disesuaikan dengan yang telah disepakati bersama antara pangkalan dengan PT SBP selaku agen," ujarnya. 

Mengenai biaya yang muncul dari penggandaan laporan tadi, satu tahun sekali. Bukan setiap bulan atau setiap minggu. 

“Itukan beda jumlah berapa berkas yang harus di fotocopy, berkas juga harus di scan dan materai yang ditempel pada dokumen yang berbentuk kontrak atau perjanjian untuk mengontrol harga yang dilepas oleh pangkalan kepada masyarakat,” tambah Julheri Sinaga didampingi tim kuasa lainnya yakni Muhammad Iqbal Sinaga, Muhammad Mahendra M Sinaga, Irwansyah Siregar, dan M Harizal. 

Lebih jauh, ia membeberkan bahwa terkait persoalan ini wartawan sebelumnya pertama kali yang telah memberitakan sudah mendapat penjelasan dan meminta maaf secara lisan maupun tertulis, akibat pemberitaan yang telah dibuatnya hingga menyebar ke sejumlah media. Bahkan, narasumber yang sempat memberi tanggapan kepada salah satu media pun sudah memberi klarifikasi usai yang bersangkutan meninjau langsung sekaligus mendengar penjelasan dari pengelola PT SBP. 

Terkait pemberitaan yang profesional tentu harus konfirmasi untuk pemenuhan kode etik jurnalistik dan UU No 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Pun sampai saat ini, tidak ada satupun media yang melakukan konfirmasi kepada PT SBP. 

Dampak dari pemberitaan, PT SBP akhirnya tidak henti-hentinya melayani berbagai klarifikasi ke instansi terkait. Alhasil, waktu, pikiran dan tenaga tersita untuk membuktikan serta menjelaskan duduk persoalannya. 

Tujuannya, agar pasokan kepada masyarakat miskin yang menjadi target dari LPG 3 kilogram bersubsidi tersebut, tidak sampai terkendala karena isu yang tidak benar tersebut. "Harapan kami agar pihak-pihak yang telah menuduh PT SBP melakukan tindakan pungli dan ada dasar hukum yang kuat, maka pihak-pihak tersebut terbukti melakukan tindakan yang mendiskriditkan atau merugikan PT SBP terkait dengan adanya pungli, maka PT SBP akan menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak tersebut," tutupnya.

Editor : Dedi
gas

Berita Terkait