PWI Audiensi dengan DPRD Pelalawan, Ini yang Dibahas

Pelalawan, katakabar.com - Pemangkasan anggaran media di lembaga DPRD Pelalawan mendapat perhatian dari organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) setempat. Mereka mempertanyakan kebijakan yang dilakukan legislatif tersebut.

Audiensi digelar di ruang informasi kantor DPRD Pelalawan Kamis (2/6). Adi Sukemi, Ketua DPRD Pelalawan Adi Sukemi menyampaikan bahwa pemangkasan anggaran tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat.

Sementara Sekretaris Dewan (Sekwan) mengatakan  kerjasama dengan media tahun 2019 yang terdata sekitar 140 media dibutuhkan Rp 1,1 Miliar.

Sementara dana yang tersedia Rp 480 juta rupiah, sehingga tidak mencukupi untuk mengakomodir semua media dan dengan pertimbangan tersebut, anggaran media ditiadakan.

Ketua komisi III DPRD  Pelalawan yang juga membawahi kominfo, Monang Pasaribu menyampaikan, pihak yang melakukan pemotongan anggaran tersebut adalah pemerintah dengan dasar refocusing yaitu kebijakan yang dikeluarkan menteri keuangan.

"Kami akan memperjuangkan anggaran media yang dirasionalisasi yang sifatnya meminjam itu pada APBD Perubahan,” ujar Politisi Demokrat ini.

Wakil Ketua I DPRD Pelalawan, Syafrizal, SE menyampaikan selain memperjuangkan anggaran media tersebut, ia meminta agar angaran tersebut dapat mengakomodir media secara proporsional.

Untuk mewujudkan hal itu, dirinya meminta agar dibuat aturan sehingga ada acuan sebagai teknis pelaksanaan, seperti syarat media yang boleh mendapat kerjasama, mendata jumlah media, satu wartawan mengajukan satu media, media tersebut harus memiliki perwakilannya di kabupaten Pelalawan, dan lain sebagainya.

Menanggapi apa yang disampaikan para legislator Pelalawan itu, Ketua PWI Pelalawan, Asnold Mubarak, mengatakan agar anggaran tersebut ditambah dan bukan dipangkas apalagi sampai ditiadakan.

"Kami berharap agar anggaran untuk media di DPRD Pelalawan ini ditambah karena itu untuk menunjang kinerja insan pers dalam mempublikasikan program pemerintah dan DPRD Pelalawan, menangkal berita hoax serta meningkatkan profesionalisme insan pers. Memang  secara global anggaran nampak besar, tetapi ketika dibagi per media hanya dapat di bawah 2 juta rupiah, itu untuk 1 tahun,” kata Asnold.

Audiensi ditandai dengan pertanyaan dan tanggapan masing-masing peserta yang hadir. Semuanya mengarah pada agar anggaran media dapat ditambah untuk meningkatkan profesionalitas kerja insan pers dalam menyajikan berita.

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait