Rumah Relokasi Rampung Di Ulu Pungkut, Kata Gubsu Rumah Ini Milik Kalian

Mandailing Natal, katakabar.com - Pembangunan rumah relokasi untuk para korban bencana alam banjir dan longsor yang terjadi setahun lalu di Desa Muara Saladi Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sudah rampung.

Rumah itu dipastikan menjadi hak milik warga yang direlokasi korban bencana banjir dan longsor, begitu dilansir dari Situs Resmi Pemprov Sumut, Senin (24/2).

"Rumah ini menjadi hak milik warga yang direlokasi biar tidak ada yang menggangu gugat. Tapi, jangan lagi menempati rumah yang lama. Kalau bisa robohkan rumah yang lama, bisa di tanam pohon,” ujar Gubernur kepada para warga saat meninjau perumahan di Simpang Duhu Lombang Kecamatan Ulu Pungkut, weekend lalu.

Setelah menyapa para warga, Gubernur bersama rombongan melihat satu per satu rumah dan sejumlah fasilitas yang dibangun menggunakan APBD Pemprov Sumut, Gubernur pun cek bagian dalam rumah permanen berlantai keramik.

Rumah seluruhnya berjumlah 26 unit. Pembangunannya sudah rampung seratus persen dan sudah siap ditempati. Tinggal menunggu pemasangan listrik dan instalasi air bersih, targetnya beres sebelum Ramadhan Tahun ini tiba.

Untuk itu, Gubernur meminta Bupati Kabupaten Madina, agar membantu proses pemasangan listrik dan instalasi air besih biar bisa ditempati segera warga yang direlokasi.

“Rumah ini mesti segera ditempati. Nanti saya berkomunikasi dengan Bupati untuk menanyakan kapan air ini bisa dialirkan. Jangan tunggu Bulan Lima, kalau bisa Bulan puasa sudah mereka tempati rumah ini. Mohon bersabar, lantaran ini ada aturannya,” sebutnya pada warga.

Kepada warga yang menempati rumah rawat dengan baik. Sehat-sehat kalian, nanti kita atur agar lekas beres. Di jaga dan dirawat rumahnya. Masjid nanti bakal di bangun di sini bisa rajin berobadah, imbuhnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumut, Ida Mariana Harahap menimpali, seluruh rumah ini buat para korban bencana banjir bandang dan longsor yang menerjang Desa Muara Saladi tahun lalu.

“Untuk membangunnya biayanya dari alokasi APBD dengan rincian menghabiskan dana Rp65 juta per unit. Jalan di bangun untuk akses ke perumahan serta dinding penahan tanah agar tidak terjadi longsor,” jelasnya.

Salah satu penerima bantuan rumah, warga Desa Muara Saladi, Ruslan sangat senang terealisasinya janji Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi memberikan rumah relokasi untuk para korban.

“Terima kasih Pak Edy. Selama ini kami menanti kepastian kapan kami bisa menempati rumah tersebut. Tapi hari ini terjawab sudah keraguan itu, kami tak salah pilih pemimpin,” ujarnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait