Covid-19

Satu Pasien PDP Meninggal di Pekanbaru

Pekanbaru, katakabar.com - Satu pasien yang masuk dalam daftar Pasien Dalam Pemantauan (PDP) meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rabu (01/04) malam tadi.

Pasien tersebut diketahui baru satu hari menjalani perawatan di rumah sakit yang terletak di persimpangan jalan Diponegoro dan Jalan Hang Tuah Pekanbaru itu.

Juru Bicara Tim Penanganan Covid-19 Provinsi Riau, dr. Indra Yovi saat di konfirmasi, Kamis (02/04) membenarkan adanya pasien PDP yang meninggal dunia tersebut.

"Benar,  pasien PDP, baru satu hari dirawat di RSUD," ujarnya.

Meski begitu, Indra belum dapat merinci penyebab kematian pasien PDP yang sebelumnya sempat dirawat di RS swasta selama tiga hari itu. Bahkan ia juga masih enggan untuk menginformasikan identitas serta tempat tinggal pasien tersebut.

Meninggalnya pasien PDP itu, tentu menambah jumlah pasien PDP yang telah meninggal di Riau. Dimana sebelumnya pasien PDP juga meninggal dunia di wilayah Dumai beberapa waktu lalu. Sehingga jumlahnya mencapai 3 orang.

Saat itu, diinformasikan Plt Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Dumai H Syahrinaldi S.Sos melalui Sekretaris dr Syaiful SKM, PDP terakhir meninggal di Dumai pada Sabtu (28/03) lalu.

"Warga yang meninggal tersebut sebelumnya memang memiliki riwayat penyakit pernafasan pneumonia," sebutnya

Dari informasi yang dirangkum katakabar.com, pasien tersebut berjenis kelamin laki- laki berinisial AS, berusia 66 tahun. Sebelum meninggal, kondisi pasien yang tengah menjalani observasi di RSUD Dumai terus memburuk. Akhirnya petugas medis membawanya ke ruang isolasi. Namun tidak berapa lama pasien telah meninggal dunia.

Sementara, diketahui 4 hari sebelum dilakukan observasi, pasien memiliki riwayat perjalanan ke kota Batam. Namun setelah kembali pasien kemudian jatuh sakit dengan gejala mirip terjangkit virus mematikan asal China itu.

"Setelah didiagnosis dan mempelajari riwayat perjalanan, langsung masuk ruang isolasi. Namun setelah dirawat beberapa jam, pasien meninggal," paparnya.

Sementara, terkait kebenaran apakah pasien terjangkit virus Corona atau tidak, Syaiful tidak berani memastikan. Lantaran petugas medis tidak sempat mengambil sampel dari pasien untuk diperiksa.

"Tidak sempat mengambil sempel, karena peralatan untuk pengambilan sampel swap di RSUD Dumai sudah habis," tandasnya (Syahrul)

Editor : Anggi

Berita Terkait