Soal Dugaan Kasus BOKT, Giliran Dirut RSUD Rohul Diperiksa polisi

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Rokan Hulu, dr Novil menjalani pemeriksaan dugaan kasus dana insentif tambahan tenaga kesehatan penanganan Covid 19 tahun anggaran 2020 di Mapolres Kabupaten Rokan Hulu, pada Kamis (29/7) siang.

Dirut RSUD Kabupaten Rokan Hulu itu tampak memasuki ruang pemeriksaan dari pukul 11.10 WIB hingga pukul 13.45 WIB, artinya Novil diperiksa 2,3 jam lamanya.

Selain Novil, secara bergantian sujumlah Kepala Puskesma (Kapus) beserta staf dan bendahara Puskesmas keluar masuk ruang pemeriksaan.

Pihak kepolisian masih terus mendalami dana insentif Nakes Tahun Anggaran 2020.  iBanyak pihak tidak menyangka bakal ada pemeriksaan besar-besaran mengenai dana BOKT Nakes Dinkes Kabupaten Rokan Hulu.

Sejumlah media sedikit rada kesal menunggu dari pagi hingga siang, sebab pihak penyidik Tipikor maupun Direktur RSUD Kabupaten Rokan Hulu masih bungkam atas pemeriksaan tersebut.

Sementara, dr Novil terlihat keluar masuk sebanyak dua kali dari ruang pemeriksaan.

Saat ditanya tentang apa dirinya dipanggil, apakah soal dana insentif Nakes (BOKT) penanganan Covid 19 tahun 2020?

"Nanti dulu, saya mau ambil data dulu nanti saya kembali lagi," kata dr Novil singkat kepada katakabar.com.

Sejumlah media seolah dibuat curiga, pemeriksaan kasus dana insentif tambahan (BOKT) kali ini terindikasi adanya tindak pidana korupsi di Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu.

Salah seorang rekan media yang tak mau namanya ditulis merasa pemeriksaan tersebut diduga sengaja ditutup-tutupi. Soalnya hingga kali ketiga pemeriksaan berjalan belum ada keterangan resmi dari pihak penyidik maupun dari bagian Humas Polda Riau.

Editor : Sahdan

Berita Terkait