Audit BPK Mencapai Rp836.609.990

Tersangka Korupsi Dana BOS SMA 6 Binjai Kembalikan Uang 500 Juta

BINJAI | KATAKABAR

Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai, menerima pengembalian uang negara dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2018-2021 di SMA Negri 6. 

"Uang dengan total Rp.500.000.000 diserahkan melalui kuasa hukum tersangka, Rahimin SH kepada Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) didampingi tim penyidik," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Binjai Muhammad Husein Admaja, Kamis (30/6/2022). 

Didampingi Kasi Pidsus Ibrahim Ali dan Kasi Intel Kejari Binjai Muhammad Harris, disebutkan dia, bahwa total kerugian negara yang ditimbulkan sesuai dengan hasil audit BPK mencapai Rp.836.609.990. 

"Berdasarkan surat perintah Kepala Kejakaaan Negri Binjai, uang kerugian negara yang diberikan Kuasa Hukum tersangka akan dititipkan atau diserahkan ke rekening pemerintah lainnya (RPL) Kejari Binjai di Bank Mandiri cabang Binjai," kata dia. 

Dalam perkara ini, seksi tindak pidana khsusus Kejaksaan Negeri Binjai menetapkan 2 orang tersangka pada tanggal 2 Juni 2022 lalu. Pertama berinisial IP, yang merupakan mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 6 masa jabatan tahun 2012 hingga 2022 awal. 

Lalu tersangka lain yakni berinisial EL, juga mantan bendahara Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) priode 2024 - 2020. Keduanya sempat menjalani proses pemeriksaan pasca dugaan korupsi mencuat. 

Kajari menjelaskan, pengembalian uang kerugian negara merupakan upaya tim penyidik dalam mendukung program pemerintah dalam rangka pemulihan kerugian negara dan percepatan pemulihan ekonomi nasional. 

Kendati demikian, tegas dia, hal itu tak serta merta menghapus atau menghilangkan perbuatan tersangka sebagaimana yang telah disangkakan dalam hasil penyidikan. Namun penyerahan itu dipandang sebagai upaya niat baik tersangka mendukung proses penyelidikan dalam surat penetapan.

Editor : Dedi

Berita Terkait