Langsir BBM Subsidi Buat Industri

Tim Krimsus Tangkap Truk Derek Kapasitas Tangki 450 Liter dan Tiga Pelaku

Pekanbaru, katakabar.com - Tim unit 4 Subdit IV Ditreskrim Kepolisian Daerah Provinsi Riau ungkap kasus dugaan tindak pidana di sektor minyak dan gas bumi, yakni dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah jenis Bio Solar di SPBU bernomor 14.287.6110 di Jalan Lintas Duri-Dumai kolometer 11, Kulim Desa Air Kulim Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, pada Sabtu (16/10) kemarin.

Dipimpin Ipda Eko Sutamto bersama4 personel mengamankan 1 unit kendaraan truk derek roda 10 merk Mitsubishi plat BK 9325 CM berkapasitas tangki 450 liter yang melakukan pengisian di stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum secara berulang-ulang, serta melangsir.

Berawal dari temuan Tim di lapangan adanya antrean  panjang di SPBU tersebut, dan mencurigai sebuah mobil derek roda 10 yang melakukan pengisian cukup lama, sehingga picu antrean  panjang meresahkan masyarakat.

Setelah diikuti perjalanan mobil derek tersebut sesudah isi BBM dari SPBU hingga diketahui tujuannya ke poll atau work Shop transportir mobil tangki CPO yang diduga milik PT IP.

Tak lama, mobil derek tersebut keluar poll atau work Shop dan kembali ke SPBU yang sama untuk melakukan pengisian BBM jenis Bio Solar, hingga kemudian disergap saat melakukan pengisian BBM lagi.

Setelah itu dilakukan pengembangan ke tempat poll atau work Shop transportir mobil tangki CPO yang diduga tempat penimbunan BBM hasil Kegiatan dari melangsir.

“Ternyata benar, di sana ditemukan jeregen-jeregen yang sudah dalam keadaan kosong, diduga telah disalin ke tangki BBM mobil tangki CPO yang ada di tempat tersebut,” cerita Direktur Kriminal Khusus, Kombes Ferry Irawan didampingi Kabid Humas Kombes, Narto.

Pada pengungkapan kasus tersebut ditangkap 3 orang pelaku, yakni JN umur 52 tahun perannya sopir yang melansir BBM dari SPBU, KS umur 26 tahun petugas SPBU, dan AFJ umur 22 tahun. Kini ketiganya diamankan di Rutan Polda Riau untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya yang nyata-nyata merugikan masyarakat luas dan kami proses hukum, jelas Kombes Ferry.

Tim kita di lapangan mengamankan barang bukti, berupa satu unit mobil derek Mobil derek R10 (roda 10) merk Mitsubishi plat BK 9325 CM, enam lembar kupon pengisian BBM jenis bio solar dan dua lembar Catatan transaksi penjualan harian BBM jenis bio solar, bebernya.

Para pelaku lanjut Direktur Krimsus Polda Riau ini, dijerat pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaiman telah diubah dengan Pasal 40 Angka 9 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar.

“Saat ini proses penyidikan sedang berjalan, dan penyidik menjadwalkan meminta keterangan ahli dari pihak BPH Migas,” tambahnya.

Memanggapi keluhan masyarakat tentang kelangkaan BBM Bio Solar, perwira dengan tiga melati dipundaknya ini menjabarkan, beberapa faktor yang menjadi penyebab kelangkaan.

“Selama pandemi ini terjadi pengurangan kuota BPH Migas. Ini dampak dari penurunan level PPKM 4 sehingga berimbas meningkatnya kebutuhan masyarakat. Dan adanya oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan BBM bersubsidi ini untuk keuntungan. Ini yang bakal kita terus hajar,” sebutnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait