Wabah Pneumonia dari Wuhan Dipastikan Bukan SARS, Wujud Aslinya Masih Diselidiki

Pekanbaru, katakabar.com - Pada beberapa hari terakhir terjadi kekhawatiran bahwa kasus pneumonia yang terjadi di Wuhan, China merupakan wabah SARS yang bangkit kembali. Namun Otoritas Kesehatan di China membantah mengenai hal ini walau wujud sebenarnya penyakit ini masih diselidiki.

Dilansir dari South China Morning Post, Pemerintah Wuhan pada Minggu (5/1) mengungkap bahwa telah terdapat 59 orang yang berada di rumah sakit dengan kondisi serupa pneumonia. Jumlah ini meningkat dari 44 orang pada Jumat lalu.

Walau jumlah penderita masalah kesehatan ini meningkat, namun hanya sedikit yang berada dalam kondisi serius. Sebelumnya dilaporkan bahwa terdapat 11 orang yang berada dalam kondisi kesehatan serius, namun pada Minggu, jumlahnya turun menjadi 7 orang.

Berada dalam jarak yang cukup dekat dari Wuhan, Pemerintah Hong Kong berusaha meredam persebaran masalah ini dengan segera memasukkan ke rumah sakit orang-orang yang tengah demam atau memiliki gejala pneumonia dan mengunjungi Wuhan pada 14 hari terakhir. Sebanyak 17 orang telah dirawat di rumah sakit dan 8 dinyatakan terbebas dari virus tak dikenal tersebut.

Persebaran di Singapura

https://cdns.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2020/01/06/1138251/paging/540x270/persebaran-di-singapura.jpg

Selain di Hong Kong, penyakit ini juga diduga telah menyebar ke Singapura. Kementerian Kesehatan Singapura pada Sabtu (4/1) mengatakan bahwa terdapat kemungkinan penyakit ini pada seorang anak perempuan berusia tiga tahun asal China yang mengalami pneumonia dan baru saja berpergian ke Wuhan.

Persebaran penyakit dari Wuhan ini menjadi perhatian di seluruh Asia dengan semakin ketatnya pemeriksaan penumpang di bandara. Penyakit ini memilki gejala yang serupa dengan SARS dan flu burung yang sebelumnya menyebabkan berbagai masalah dan korban jiwa di China serta Hong Kong.

Di Wuhan sendiri, persebaran penyakit ini menyebabkan penutupan dan proses disinfeksi pada sejumlah pasar. Pasalnya, sejumlah pasien yan terjangkit masalah ini bekerja di pasar makanan laut yang dikhawatirkan bisa menyebarkan masalah kesehatan tersebut melalui hewan ke manusia lain.

Hong Kongs Centre for Health Protection pada Minggu membuat pernyataan bahwa mereka telah mendapat notifikasi dari China daratan mengenai kasus Wuhan ini.

"Walau patogen penyebab dan penyebab infeksi ini masih dalam penyelidikan, anggapan adanya patogen pernapasan seperti virus influenza, virus flu burung, adenovirus, Severe acute respiratory syndrome [SARS], dan MERS telah ditepis," ungkap peringatan tersebut.

"Berdasar pengukuran risiko dari World Health Organisation, penyebab dari jenis pneumonia etiologi yang tak diketahui dari pasar ikan dan hewan hidup bisa mengindikasikan paparan hubungan terhadap hewan," sambungnya.

Belum Ditemukan Penyebaran Melalui Manusia

https://cdns.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2020/01/06/1138251/paging/540x270/belum-ditemukan-penyebaran-melalui-manusia.jpg

Professor Jiang Rongmeng dari Rumah Sakit Ditan di Beijing mengungkap bahwa meningkatnya infeksi pada pekan lalu ini kemungkinan disebabkan oleh deteksi yang aktif serta laporan dari kasus pneumonia.

"Tidak ada persebaran dari manusia yang diketahui sejauh ini, jika ada, maka bakal ada persebaran massal di masyarakat dengan infeksi ini," terangnya.

Laporan menyebut bahwa pneumonia ini bisa disebabkan oleh virus langka atau masih belum diketahui. Jiang mengakan bahwa masih butuh waktu untuk memastikannya.

Professor David Hui Shu-cheong pakar kesehatan pernapasan dari Chinese University menyatakan bahwa mungkin tidak ada hubungan langsung dengan pasar basah di Wuhan. Namun dia menyebut bahwa saat ini masih perlu mengisolasi pasien sebagai langkah persiapan.

Hui mengungkap bahwa pemerintah harus mempertimbangkan untuk memperketat pengawasan terhadap wisatawan asal Wuhan. Terutama jika mereka memiliki potensi untuk menyebarkan penyakit ini.

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait