Wajib 4 Dikedepankan Anggota dan Pengurus Pradi Medan

Medan |Katakabar.com

Musyawarah Cabang (Muscab) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Medan segera digelar. Anggota dan pengurus organisasi itu pun wajib mengedepankan 4 prinsif dalam pelaksanaan tugas dan kehidupan sehari-hari.

“Ada 4 prinsif yang wajib harus dikedepankan. Yaitu Profesional, Berintegritas, Berkarakter dan Bertanggungjawab. Ke-4 hal itu merupakan tujuan dari program pelatihan yang akan kami canangkan,” ucap Calon Ketua Peradi Medan DR Azwir Agus SH MH didampingi Hermansyah Hutagalung SH MH, kepada Katakabar.com, Rabu  (2/2/2022). 

Menurut Azwir, program pelatihan advokat khususnya anggota Peradi Medan sudah sangat diperlukan. “Tujuannya tentu 4 hal itu. Yaitu agar advokat semakin profesional, berintegritas, berkarakter dan bertanggungjawab,” ujarnya.

Bila kelak terpilih menjadi Ketua Peradi Medan periode 2022-2027, Azwir meminta Hermansyah Hutagalung untuk membantunya sebagai sekretaris. Mereka bertekad menakhodai organisasi pengacara ini dengan terus melakukan pelatihan-pelatihan dan pembinaan, khususnya para advokat milenial. “Kalau terpilih sebagai ketua Peradi, kami berupaya meningkatkan kualitas anggota, terutama para advokat muda,” sebutnya. 

Bukan hanya pelatihan, Azwir juga bertekad meningkatkan kualitas advokat dengan program spesialisasi. “Peningkatan kualitas itu maksudnya punya spesialisasi dengan keterampilan-keterampilan tambahan. Misal spesialisasi hukum bisnis, perpajakan, kepailitan dan kurator. Dan itu sudah menjadi amanat undang-undang,” tuturnya.

Selain memiliki program pembinaan advokat muda, Azwir bertekad menyiapkan tim advokasi untuk advokat yang terbelit masalah saat menjalankan profesinya. Menurutnya, advokat sering mendapat masalah dan kriminalisasi dalam melaksanakan profesinya, maka diperlukan tim khusus untuk membantu anggota menyelesaikan masalahnya. 

“Dengan adanya bantuan khusus dari organisasi, maka diharapkan tidak lagi ada permasalahan bagi anggota dalam melaksanakan tugasnya,” ujar Azwir yang juga mantan Ketua Ikadin Medan.

Azwir juga bertekad membangun sinergitas dengan penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan dan pengadilan. “Meningkatkan sinergitas itu sangat perlu. Selaku penegak hukum, kami perlu menjalin keselarasan dengan penegak hukum lainnya,” sebutnya.

Sinergitas dengan penegak hukum lain, akan dibangun melalui nota kesepahaman. “Kita coba secara bersama-sama membuat MoU. Misalnya, nota kesepahaman dengan pihak pihak penegak hukum lainnya, supaya kita bersinergi dan harmoni. Harmoni antara kita dengan mereka itu supaya koordinasinya lebih gampang,” papar Azwir.

Bukan hanya dengan penegak hukum lain, hubungan sinergitas juga akan dibangun kepada pengelola-pengelola sarana olahraga dan kebugaran. Seluruh anggota Peradi bisa berolahraga di tempat-tempat yang telah memiliki hubungan sinergitas. “Program ini kami sebut Peradi Sport Center. Maksudnya, bukan mendirikan tempat baru, tetapi melakukan kerjasama dengan yang sudah ada. Tujuannya supaya kesehatan jasmani dan rohani tetap terjaga,” tukasnya.

Sejauh ini sosok Azwir digadang-gadang sebagai calon kuat Ketua Peradi Medan periode 2022-2027. Ia terperanjat kaget begitu disebut-sebut lebih dari 70 persen suara menyatakan akan mendukungnya. “Sungguh! Hitungan kami malah hanya dapat 60 persen lebih. Namun begitu tetap menang. Kami sangat optimis menang,” tegas Azwir diamini Hermansyah Hutagalung.

Sebelumnya, Hermansyah Hutagalung menyanjung kinerja panita Muscab. Ia pun menepis tudingan bahwa anggota membayar Rp 250 ribu untuk menjadi peserta Muscab akan memicu terjadinya jual beli suara. “Itu tidak benar. Kita positif thingking. Ini arena intelektual. Percayalah, hal itu tidak akan ada,” katanya.

Menurut Hermansyah, bagi anggota yang belum bisa membayar administrasi pendaftaran menjadi peserta, dapat berkoordinasi dengan calon ketua yang didukungnya. Sang calon ketua kemungkinan akan memberikan biaya administrasi itu kepadanya untuk segera mendaftar sebagai peserta. 

Terakait biaya pendaftaran bagi calon ketua sebesar Rp 50 juta, Hermansyah tersenyum. Menurutnya, biaya pendaftaran untuk calon seharusnya lebih dari itu. “Kalau saya ditanya, untuk biaya pendaftaran calon ketua itu Rp 150 juta sampai Rp 250 juta. Ini untuk membuktikan bahwa calon ketua yang akan dipilih benar-benar mumpuni secara finansial,” sebutnya. 

Hermansyah pun meminta semua pihak di Peradi Medan untuk tidak mempersoalkan biaya administrasi pendaftaran menjadi peserta ataupun calon ketua pada Muscab mendatang. “Seluruh dana itu, saya yakin digunakan panitia hanya untuk keperluan Muscab. Baik untuk administrasi pemberkasan, sewa gedung, makan minum peserta dan keperluan lainnya. Kalau pun nanti ada sisanya, ya untuk kas organisasi,” tandasnya

Editor : Dedi

Berita Terkait