Wali Kota Pekanbaru Disomasi Gegara Videotron Berisi Iklan Rokok

Katakabar.com - Komunitas Masyarakat Tidak Merokok soroti terkait masih adanya iklan rokok di videotron milik Pemerintah Kota Pekanbaru. Mereka menyomasi dan meminta agar Wali Kota Pekanbaru, Firdaus segera menertibkan iklan rokok dan pemasangan videotron tersebut.

Kuasa Hukum Komunitas itu, Supriadi Bone SH CLA mengatakan, masyarakat melihat adanya iklan rokok berupa videotron di jalan Protokol Sudirman Kota Pekanbaru, tepatnya di halaman kantor Kejaksaan Tinggi Riau.

"Kita sudah layangkan surat somasi kita ke Wali Kota Pekanbaru. Kita berharap Wali Kota Pekanbaru segera melakukan tindakan tegas dan melakukan penertiban terhadap iklan rokok berupa videotron tersebut. Apabila dalam jangka waktu 7 x 24 jam terhitung dari surat somasi yang telah kita sampaikan hari ini tidak ada tindakan maka kita akan melakukan upaya hukum yang dianggap perlu dan melaporkan permasalahan ini kepada institusi yang berwenang," kata Supriadi kepada Katakabar.com, Jumat (22/1).

Menurut Supriadi, iklan tersebut banyak dikeluhkan masyarakat khususnya pengendara sepeda motor yang melintasi Jalan Protokol Sudirman Kota Pekanbaru. Sebab, efek cahaya videotron tersebut sangat mengganggu pandangan pengendara.

"Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 109 tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung bahan zat adiktif produk tembakau bagi kesehatan dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan mengatur tentang iklan di luar ruangan harus memenuhi ketentuan. Misalnya tidak dilakukan di kawasan tanpa rokok, tidak diletakkan di jalan utama atau protokol, harus diletakkan sejajar dengan bahu jalan dan tidak boleh memotong jalan dan ukurannya tidak boleh melebihi 72 meter persegi," terang Supriadi.

Supriadi menjelaskan, berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Pekanbaru Nomor. 605/DPD/X1//2015 yang menindak lanjuti Peraturan Wali Kota (Perwako) Pekanbaru Nomor. 39 Tahun 2014 yang mengatur tentang kawasan bebas Iklan Rokok, dalam hal ini ada lima ruas jalan di Kota Pekanbaru yang harus bebas dari iklan rokok. Seperti di jalan Pattimura, Tuanku Tambusai, jalan Riau, jalan Arifin Ahmad, dan jalan Jenderal Sudirman.

"Jadi terhadap pemasangan iklan rokok di videotron di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Riau atau Jalan Protokol Sudirman Kota Pekanbaru tersebut, diduga merupakan perbuatan melawan hukum dan merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 346 Tehun 2009 dan Peraturan Wali Kota Pekanbaru Nomor. 39 Tahun 2014," terangnya.

Plt Kasatpol PP Pekanbaru, Burhan saat dihubungi tidak menjawab. Begitu juga dengan Asisten 1 Setdako Pekanbaru, Azwan. 

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait