Wow.., Bupati Meranti Dapat Piagam Penghargaan Dari BNPB RI

Meranti, katakabar.com - Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir dapat penghargaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia. Penghargaan yang diterima Orang Nomor 1 di Negeri Sagu nama lain dari Kabupaten Kepulauan Meranti ini, tidak sembarangan.

Lantaran dinilai berhasil mengurangi risiko bencana terutama Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di daerahnya, dasar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan piagam penghargaan lewat Sekretaris Utama BNPB RI, Harmensyah di Graha BNPB Jakarta, pada Selasa (13/10), kemarin, diacara puncak bulan pengurangan risiko bencana yang ditaja BNPB RI.

"Terima kasih kepada BNPB. Penghargaan ini untuk seluruh masyarakat Meranti yang ikut berperan aktif dan patuh pada aturan, agar tidak terjadi kebakaran lahan dan hutan di daerah Negeri Sagu," kata Irwan.

Kami berterima kasih tak terhingga kepada aparatur di BPBD, TNI, Polri dan Masyarakat Peduli Api (MPA), Kepala Desa dan Camat serta seluruh instansi dan pihak swasta lainnya yang ikut berperan terhadap pengurangan risiko Karlahut.

"Ini buah dari pengalaman atas musibah kebakaran besar tahun 2014 lalu, kasus Karlahut di Kepulauan Meranti berhasi ditekan dan turun dari tahun ke tahun," ujar Bupati dua periode ini.

Piagama penghargaan diberikan atas program dan kebijakan yang dilakukan Pemkab Kepulauan Meranti dalam mengurangi risiko bencana dan merubahnya menjadi potensi ekonomi, seperti kebijakan mendorong budidaya pohon sagu dan melarang tanaman sawit.

Selain itu, berkat bekerjasama dengan instansi lainnya, seperti Badan Restorasi Gambut (BRG) dalam membangun sekat kanal guna menjaga lahan gambut terutama perkebunan sagu agar tetap basah dan terhindar dari risiko Karlahut.

Upaya untuk mendorong perluasan pasar sagu dengan mengandeng daerah-daerah penghasil sagu serta Bulog dianggap pantas dihargai, jelasnya.

Sebelumnya, Irwan diminta menjadi pembicara dalam diskusi panel yang ditaja BNPB RI. Dalam diskusi, Bupati Kepulauan Meranti diminta berbagi pengalaman dalam mengatasi risiko bencana Karlahut dan kebijakan-kebijakan yang mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di daerah rawan bencana Karlahut.

Editor : Sahdan

Berita Terkait